Padat Karya dan Edukasi Lingkungan Dioptimalkan untuk Tekan Dampak Banjir dan Kebakaran
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus mengintensifkan program padat karya dan edukasi lingkungan sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir dan kebakaran, terutama menghadapi musim kemarau yang kini mulai dirasakan dampaknya oleh warga.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi konkret antara para ketua RT, lurah, camat, serta dinas-dinas teknis yang terkait langsung dengan pengelolaan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
“Kita dorong masyarakat bersama-sama membersihkan saluran air dan drainase yang mulai tertutup sampah atau sedimentasi. Gotong-royong ini menjadi kunci agar saluran tidak tersumbat dan tidak terjadi genangan saat hujan. Padat karya tetap kita lanjutkan melalui camat dan lurah, dengan melibatkan warga sekitar,” ujarnya saat menghadiri agenda kemasyarakatan di Kelurahan Muara Rapak, Minggu (3/8/2025).
Ia juga menggarisbawahi bahwa ancaman kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dan permukiman sempit, menjadi perhatian serius Pemkot. “Kita tidak ingin musibah kebakaran terjadi karena kelalaian kecil yang bisa dicegah. Maka edukasi dan kesadaran masyarakat sangat penting, terutama dalam penggunaan alat masak dan instalasi listrik selama musim kemarau ini,” jelasnya.
Selain berfokus pada pembersihan lingkungan, program padat karya juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi warga. Masyarakat yang terdampak secara ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan, dapat dilibatkan dalam kegiatan ini agar tetap produktif dan memiliki penghasilan.
“Padat karya bukan hanya bicara infrastruktur atau kebersihan. Ini juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi warga. Kita ingin program ini bermanfaat ganda,” tegas Bagus.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan kepada pemerintah dalam semangat kolaborasi. “Kritik boleh, asal membangun. Jangan seperti penonton bola yang hanya menilai dari luar tanpa solusi. Mari kita sama-sama jaga kota ini,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan