Loadingtea

NUSSA.CO, DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala segera menyalurkan bantuan ikan segar dan produk olahan kepada keluarga berisiko stunting di dua desa terpencil, yakni Desa Malino dan Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan.

Kepala Dinas Perikanana Kabupaten Donggala Ali Assegaf mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026, setelah data penerima manfaat dinyatakan final.

Berdasarkan data, jumlah keluarga berisiko stunting di masing-masing desa mencapai sekitar 200 kepala keluarga. Wilayah ini juga sebelumnya disebut belum tersentuh intervensi secara maksimal dari pemerintah daerah.

“Kedua desa tersebut diprioritaskan karena angka stunting tergolong tinggi, yang dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah yang terpencil dan sulit dijangkau,” kata Ali di Banawa, Senin, 27 April 2026.

Adapun bantuan yang disiapkan meliputi sekitar 1,2 ton ikan segar serta 50 paket produk olahan ikan yang akan didistribusikan kepada masyarakat setempat.

“Harapannya bantuan ikan segar ini bisa meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sebagai salah satu upaya pencegahan stunting,” sebutnya.

Menurutnya, data penerima bantuan bersumber dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Donggala.

Ali mengakui, salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan adalah kondisi akses jalan menuju lokasi, khususnya ke Desa Lumbulama yang masih sulit dilalui.

“Saat ini salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan nantinya terkait kondisi jalan menuju lokasi yang cukup sulit, khususnya di Desa Lumbulama,” kata dia.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kepolisian, dan TNI guna mendukung kelancaran distribusi bantuan.

“Tentunya program bantuan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Perikanan dalam mendukung penanganan stunting di Kabupaten Donggala,” ujarnya.

Diketahui, target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen, sementara angka stunting pada 2025 masih berada di kisaran 29,6 persen. Sepanjang 2025, terdapat tiga wilayah yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan, yakni Kecamatan Sojol, Sindue Tobata, dan Tanantovea