Perkuat Ekonomi Lokal, Gelar FGD Kawasan Transmigrasi Berkelanjutan
Dinas Transmigrasi Libatkan Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi
NUSSA.CO, TOLITOLI– Dinas Transmigrasi Kabupaten Tolitoli melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Basidondo Tahun 2025 dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. FGD yang mengusung tema “Pengembangan Kawasan Transmigrasi Basidondo yang Berkelanjutan Berbasis Evaluasi Infrastruktur Dasar dan Desain Komoditas Unggulan” ini digelar di Aula Balre Taudako Lipu, Rumah Jabatan Bupati Tolitoli, Rabu (12/11/2025).
FGD yang terbagi menjadi dua sesi ini merupakan forum strategis untuk memaparkan hasil kajian lapangan, mengevaluasi infrastruktur dasar kawasan, serta merumuskan desain komoditas unggulan sebagai landasan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Narasumber dalam kegiatan ini meliputi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Tolitoli dan Tim Ekspedisi Patriot dari Kementerian Transmigrasi RI. Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Moh. Dzikron, SH.,MSI, yang membacakan sambutan Bupati Tolitoli.
Dalam sambutan yang dibacakan, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Moh. Dzikron, menekankan bahwa kawasan transmigrasi Basidondo adalah salah satu area yang sangat strategis. “Kawasan transmigrasi Basidondo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis masyarakat. Ini adalah cerminan dari semangat gotong royong, kemandirian, dan ketahanan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Tolitoli,” jelas Dzikron.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Transmigrasi Tolitoli, Roedollof, S.STP, dalam sambutannya menegaskan bahwa transmigrasi adalah simbol pembangunan dari pelosok. “Transmigrasi merupakan masa depan yang sedang kita bangun dengan pelan tapi pasti karena transmigrasi itu merupakan laboratorium pembangunan lintas sektor,” tutupnya.
Kepala Dinas Transmigrasi juga memaparkan capaian signifikan selama lima tahun terakhir, di antaranya pembaruan lebih dari 20 kilometer jalan dan puluhan jembatan di kawasan transmigrasi, serta pengaktifan 309 kelompok tani dalam koperasi dan BUMDES. “Yang lebih membanggakan adalah Kecamatan Basidondo terkenal sebagai contoh harmonisasi sosial antara etnis,” imbuh Roedollof, seraya menekankan pentingnya menumbuhkan kepercayaan masyarakat selain pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Dzul fahmi Afriyanto, S.KM.,M.KM, mewakili Tim Ekspedisi Patriot, berharap forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan sesuai potensi lokal. “Kami berharap dapat menghimpun pandangan, pengalaman, serta masukan agar rekomendasi yang dihasilkan bukan hanya kuat secara teknis tetapi juga relevan secara sosial dan mampu mendorong percepatan pembangunan ekonomi,” harapnya.
FGD ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi konkret untuk memperkuat strategi pengembangan kawasan transmigrasi Basidondo, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor antara Pemerintah Pusat, Daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kegiatan ditutup pada pukul 15.30 WITA setelah penyerahan Plakat dari Tim Patriot Kementerian Transmigrasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolitoli, paparan materi dari narasumber, dan sesi diskusi terarah. Turut hadir dalam FGD ini Forkopimda Kabupaten Tolitoli, Pimpinan OPD, pimpinan akademisi, para Camat dan Perwakilan Kepala Desa di kawasan transmigrasi Basidondo (Kecamatan Lampasio dan Ogodeide), Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, serta seluruh peserta diskusi terkait. (adv)
Sumber : Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik
Artikel : Fatmawati.
Editor : Lukas Sara
Redaktur : Fachmi SE
Tinggalkan Balasan