Persulit Nasabah Lunasi kredit, BNI Tolitoli Dapat Sorotan Miring
Maman : Saya Cuman Mau Melunasi Kredit, Kok Sulit Sekali Sih
NUSSA.CO, TOLITOLI – Nama besar Bank Negara Indonesia (BNI), khususnya cabang Tolitoli sedikit tercoreng oleh ulah oknum pegawai yang minim respons, serta terkesan menyusahkan nasabah.
Adalah Nurahmansyah alias Maman, mengaku tidak mendapatkan pelayanan maksimal, sulit dan ribet ketika hendak mengurus pelunasan kredit di bank BNI Tolitoli.
“Saya selaku kreditur telah bermohon pelunasan di November 2024 lalu. Namun pihak bank, dalam hal ini pegawai bernama Grace dkk itu mengatakan bahwa saat ini akhir tahun, jadi diminta untuk mengajukan di awal tahun 2025,” tutur Maman, saat mengadukan keluhannya ke sejumlah awak media baik cetak maupun online.
Nah, lanjut Maman, di awal 2025 iapun kembali mengajukan permohonan pelunasan kredit. Yakni pada tanggal 2 Januari 2025.
“Saya juga sudah menyurat ke bank BNI, terkait pelunasan kredit. Tapi, pegawai yang lain mengaku divisi yang menangani yakni Grace, sedang cuti sehingga proses pelunasan belum bisa dilakukan. Kan aneh, seharusnya pegawai yang ada itu membantu prosesnya, dan ini niat baik saya untuk melunasi kredit, dan BNI harusnya menyambut baik niat saya, karena ini pelunasan, bukan kredit baru. Dan bukan malah sebaliknya, menyusahkan nsabah,” keluhnya.
Masih disampaikan Maman, ketika pimpinan selesai menjalani masa cuti, ia kembali menanyakan perihal pelunasan, namun disayangkan, sambung Maman, hingga hari ini ia belum mendapatkan kejelasan dari pihak BNI
“Saya disuruh hubungi bu Grace, sementara WA saya sampai hari ini tidak pernah dibalas, sementara nilai pelunasan kredit saya melebihi dari pokok utang karena saya dipinalti oleh pihak BNI dan saya tidak permasalahkan yang penting utang atau kredit saya di BNI bisa segera diselesaikan,” harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, pengamat ekonomi sekaligus Ketua LSM Bumi Bhakti Tolitoli Ahmad Pombang saat dikonfirmasi menyayangkan ketidak profesional BNI Tolitoli menyikapi keluhan nasabah.
“Persoalan ini memang masalah internal antara nasabah dan pihak bank, namun karena buruknya layanan publik perbankan, sehingga kami harus mengkritisi bahwa, wajar jika bank BNI Tolitoli dianggap menyusahkan nasabah, tidak profesional dan kurang trasnparan. Sampaikan saja berapa nilai sisa pelunasan, apa kendala sehingga lama, dan apa faktor penyebab pelunasan belum bisa dilakukan,” sahutnya.
Ahmad Pombang mengaku mendapatkan informasi bahwa, upaya BNI Tolitoli tersebut, diduga dilatarbelakangi karena Maman atau nasabah hendak pindah status atau menjadi nasabah di bank lain.
“Kalau memang seperti itu background masalahnya, BNI jelas tidak profesional, kenapa ada pelayanan seperti itu. Seharusnya BNI berterimakasih karena nasbahnya ingin melunasi kredit. Karena itu, LSM Bumi Bhakti meminta BANK di provinsi maupun di pusat, ikut peduli dan menelusuri persoalan ini, dan yang terpenting ganti orang-orang yang tidak terampil dalam bekerja dan melayani nasabah,” tegasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi media ini ke pegawai terkait yakni Grace maupun divisi lain termasuk pimpinan, belum membuahkan hasil. Jurnalis media ini berusaha mengkonfirmasi sejak pukul 09.30 Wita, namun hingga pukul 11.00 Wita, baik Grace, pimpinan maupun pegawai lainnya enggan dijumpai, dan terkesan menghindar dari konfirmasi awak media.
“Saya sudah sampaikan ke bagian kreditur,” jawab salah seorang sekuriti bank BNI Tolitoli. (ham)
Tinggalkan Balasan