Loadingtea

Nussa.co Samarinda- Kondisi ruas Poros Kelay–Labanan di Kabupaten Berau kembali memantik keresahan warga. Jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Kelay hingga Labanan ini disebut kian memburuk, dengan permukaan jalan yang bergeser, titik rawan longsor, dan lubang-lubang besar yang mengancam keselamatan pengendara.

Sorotan terhadap kerusakan tersebut datang dari Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah. Ia menegaskan bahwa jalur vital penghubung Berau, Kutai Timur, dan Samarinda itu kini berada pada tahap kritis dan membutuhkan penanganan segera.

Data yang diterimanya menunjukkan bahwa lebih dari 140 kilometer ruas jalan masuk kategori rusak berat, sementara sekitar 21 kilometer lainnya mengalami kerusakan ringan.

“Risiko kecelakaan sangat tinggi, terutama di malam hari. Jalan menanjak dan menurun dipenuhi lubang besar sehingga warga lebih memilih bepergian di siang hari demi keamanan,” ujar Syarifatul.

Ia mengungkapkan, pengendara truk dan angkutan kerap harus bergantian melintasi titik-titik paling rawan. Sedikit saja terjadi kesalahan, kendaraan bisa tergelincir atau terperosok, menyebabkan kemacetan panjang di lokasi yang paling parah.

Viralnya keluhan masyarakat di media sosial, menurutnya, mencerminkan kondisi faktual di lapangan. Selain menjadi akses mobilitas warga, jalur tersebut merupakan rute strategis distribusi barang yang berpengaruh besar terhadap roda ekonomi Berau.

Meski penanganan jalan ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan tidak dibiayai APBD Kaltim, DPRD tetap bersikap proaktif.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi dan mengabadikan kondisi sebenarnya. Dokumentasi laporan lengkap beserta video telah saya sampaikan kepada Gubernur dan Balai Jalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Komisi III juga telah melakukan pertemuan dengan BPJN untuk mendesak percepatan penanganan serta penambahan anggaran agar proses perbaikan dapat segera diprioritaskan.

[AH|DPRDKaltim|Adv]