Loadingtea

Kinerja Operasional Meningkat, Pacu Pembangunan Terminal hingga 2050

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — PT Kaltim Kariangau Terminal (PT KKT), anak perusahaan Pelindo yang mengelola terminal peti kemas strategis di Kalimantan Timur, terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan performa operasional, efisiensi terminal, dan penguatan konektivitas logistik nasional hingga internasional.

Meskipun tidak terdapat penyelenggaraan panggung hiburan atau agenda kegiatan publik dalam laporan terakhir perusahaan, PT KKT tetap hadir dengan serangkaian program dan inovasi unggulan yang berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan penguatan rantai pasok di wilayah Indonesia Timur.

Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, menjelaskan bahwa perusahaan kini sedang berada dalam fase transformasi menyeluruh, dengan menitikberatkan pada efisiensi, kecepatan layanan, dan peningkatan kapasitas terminal demi menjawab tantangan industri logistik yang semakin kompetitif.

“Saat ini kami fokus memperkuat kinerja terminal secara sistemik. Transformasi ini kami lakukan melalui pembentukan tim taskforce lintas terminal untuk pemulihan kondisi alat dan peningkatan kinerja operasional,” ungkap Enriany. Rabu (30/7/2025).

Sejak Maret 2024, lanjutnya, PT KKT telah menjalankan standardisasi quick win, mengembangkan program People Development, serta menerapkan sistem operasi berbasis Planning & Control (P&C). Selain itu, perusahaan juga melakukan modifikasi alat twin lift dan optimalisasi sitting plate guna mempercepat proses bongkar muat serta menurunkan biaya logistik nasional.

Peningkatan kinerja operasional pun mulai terlihat nyata. Hingga Juni 2025, realisasi indikator kunci seperti BSH (Box/Ship/Hour) domestik tercatat di angka 25, melampaui target RKAP sebesar 23. Sementara BCH (Box/Crane/Hour) domestik juga mengalami peningkatan dengan capaian 19, di atas target RKAP sebesar 17.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, PT KKT kini menjalankan proyek pengembangan fasilitas dan infrastruktur, termasuk penambahan dermaga dan perluasan container yard yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga tahun 2050. Dalam rencana jangka panjangnya, kapasitas terminal diharapkan meningkat hingga 1.332.531 TEUs. Fasilitas multipurpose seperti lapangan penumpukan, dermaga tambahan, dan trestle juga menjadi bagian dari strategi perluasan.

Dalam hal konektivitas, terminal ini telah melayani berbagai rute domestik seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Samarinda, Bitung, hingga Banjarmasin. Sementara untuk rute internasional, PT KKT telah membuka jalur Lianyunggang–Jakarta dan Semarang–Cebu, sebagai langkah penguatan peran Balikpapan dalam jaringan perdagangan global.

Enriany Muis juga menegaskan bahwa PT KKT berkomitmen penuh terhadap standar mutu dan tata kelola perusahaan yang berintegritas. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan memperoleh berbagai sertifikasi internasional seperti ISO 9001, 14001, 45001, dan 37001, serta kepatuhan terhadap ISPS Code, status kawasan pabean, dan tempat penimbunan sementara (TPS).

“Dengan penguatan infrastruktur, sistem operasional berbasis kontrol, serta kepatuhan pada standar internasional, kami optimis PT KKT akan menjadi mitra strategis dalam sistem logistik nasional, khususnya di Kalimantan Timur dan kawasan IKN,” pungkas Enriany.

Dengan fokus pada efisiensi, tata kelola modern, dan pembangunan jangka panjang, PT KKT kini menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi Kalimantan Timur yang mendukung keberhasilan program strategis nasional. (*/day)