Loadingtea

NUSSA.CO, DONGGALA – Pemerintah Kecamatan Banawa mulai mempertegas langkah pencegahan stunting dengan menguatkan edukasi Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) sebagai strategi utama di tingkat masyarakat. Upaya ini dinilai krusial untuk memutus rantai persoalan gizi kronis yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Camat Banawa, Mohammad Reza, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi harus dimulai dari perencanaan keluarga yang matang, termasuk pengaturan jarak kelahiran. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Promosi dan Konseling KB Pascapersalinan di Kantor BKKBN, Selasa (14/04/2026).

Dalam sambutannya, Reza menekankan bahwa program KBPP memiliki peran strategis yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengendalikan angka kelahiran. Program ini, kata dia, menjadi salah satu kunci dalam memastikan kualitas kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan.

“Stunting tidak berdiri sendiri. Ia sangat berkaitan dengan pola asuh, kondisi kesehatan ibu, serta jarak kelahiran yang terlalu dekat. Melalui KB Pascapersalinan, ibu memiliki waktu untuk pulih, sementara anak mendapatkan perhatian dan asupan terbaik di masa awal kehidupannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase krusial yang menentukan tumbuh kembang anak. Dalam periode tersebut, kecukupan gizi, pemberian ASI eksklusif, serta perhatian optimal dari orang tua menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan.

Menurut Reza, pengaturan jarak kelahiran yang ideal memberi ruang bagi ibu untuk memulihkan kondisi fisik dan mental setelah melahirkan. Di sisi lain, anak dapat memperoleh pengasuhan yang lebih maksimal tanpa harus berbagi perhatian dalam waktu yang terlalu dekat dengan kelahiran berikutnya.

Ia juga menyoroti masih adanya kehamilan yang tidak direncanakan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi berdampak pada kualitas pengasuhan, keterbatasan perhatian orang tua, hingga kurang optimalnya pemenuhan gizi anak.

“Perencanaan keluarga adalah fondasi. Jika ini kuat, maka kualitas generasi ke depan juga akan lebih terjamin,” tegasnya.

Melalui kegiatan promosi dan konseling ini, Pemerintah Kecamatan Banawa berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya KB Pascapersalinan semakin meningkat. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait kesehatan reproduksi dan pengasuhan anak.

Ke depan, pemerintah kecamatan akan terus memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan, kader posyandu, serta berbagai elemen masyarakat guna menekan angka stunting secara signifikan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi Banawa yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. (*/Adv)