Loadingtea

Balikpapan Diakui di Tingkat Nasional

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kota “Minyak” Balikpapan Kembali mencetak prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan atas implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Bima Arya Sugiarto, kepada Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Balikpapan, Ahmad Muzakkir, S.T., M.Si., dalam acara Pentaloka Nasional Adinkes 2024 yang digelar di Hotel Sahid, Yogyakarta, Selasa (5/11/2024) malam.

Balikpapan menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang menerima penghargaan ini, bersama 28 kabupaten/kota lainnya, termasuk Surakarta, Sleman, Makassar, dan Palangkaraya. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya Pemkot Balikpapan dalam mengimplementasikan Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok, yang bertujuan menciptakan lingkungan sehat dan mencegah munculnya perokok pemula.

Wamen Dr. Bima Arya menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam pengendalian tembakau melalui penerapan aturan yang tegas dan edukasi kepada masyarakat.

“Langkah hukum dan edukasi publik sangat diperlukan untuk menekan angka perokok, terutama di kalangan anak muda. Perda KTR ini adalah kunci untuk mencegah generasi muda menjadi perokok,” ujar Bima Arya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengendalian tembakau tidak hanya melibatkan aturan, tetapi juga pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Pjs Wali Kota Balikpapan, Ahmad Muzakkir, menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras dari seluruh elemen Pemkot Balikpapan. Ia berharap keberhasilan ini dapat memacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas implementasi KTR.

“Penghargaan ini bukan hanya apresiasi, tetapi juga tantangan bagi kami untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi agar aturan KTR berjalan lebih efektif ke depannya,” kata Muzakkir.

Meski telah menetapkan sejumlah kawasan sebagai area bebas rokok, Pemkot Balikpapan mengakui tantangan dalam memastikan kepatuhan masyarakat terhadap aturan tersebut. Monitoring dan penegakan hukum menjadi fokus utama untuk meningkatkan efektivitas Perda KTR.

Penghargaan ini menjadi momentum bagi Pemkot Balikpapan untuk memperkuat strategi pengendalian tembakau. Dalam sesi diskusi yang dipimpin oleh Dr. Bima Arya, dibahas berbagai langkah inovatif yang dapat diadopsi untuk memperkuat komitmen daerah terhadap pengendalian tembakau.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 500 peserta ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga platform untuk berbagi strategi dan pengalaman antardaerah dalam menerapkan KTR. Penghargaan dari Adinkes diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Balikpapan untuk terus menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi warganya. (Adv/day)