Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, menegaskan pentingnya penambahan pos pemadam kebakaran (damkar) di beberapa wilayah strategis di kota ini. Usulan tersebut telah disampaikan secara lisan kepada Bagian Aset Pemerintah Kota Balikpapan dan kini menunggu proses penetapan lokasi (penlok) sebagai langkah awal. “Kami sudah ajukan ke bagian aset, harapannya proses penlok bisa segera rampung. Tanpa itu, kami belum bisa melangkah ke tahap selanjutnya,” ujarnya, Kamis (17/4/2025).

Usman menjelaskan, alasan utama di balik usulan penambahan pos ini adalah untuk memenuhi standar waktu tanggap maksimal 15 menit yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR dalam penanggulangan kebakaran. Ia mencontohkan bahwa wilayah Balikpapan Timur, terutama kawasan belakang pasar yang padat penduduk, saat ini kerap sulit dijangkau tepat waktu.

Selain Balikpapan Timur, dua titik lain yang dinilai mendesak adalah kawasan industri di Kilometer 13 dan permukiman padat di Balikpapan Barat. “Balikpapan Timur dan KM 13 sangat strategis. Lalu, Balikpapan Barat juga kami nilai butuh satu pos lagi mengingat kepadatan penduduk di sana,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pos damkar tidak bisa dilakukan sembarangan. Berdasarkan aturan Kementerian PUPR, pos harus dilengkapi fasilitas penunjang seperti ruang siaga 24 jam, garasi armada, gudang peralatan, musala, dapur, toilet, dan ruang operator. Fasilitas ini dirancang agar personel bisa bertugas secara maksimal dan siap kapan saja dibutuhkan.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa meskipun saat ini BPBD masih mampu menjangkau seluruh wilayah Balikpapan, namun seringkali waktu respon tidak sesuai standar karena jarak tempuh. “Kalau bicara efisiensi, tentu penting. Tapi efisiensi tidak boleh menghambat pelayanan. Kebakaran itu persoalan menit,” tegas Usman.

Untuk itu, ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota. “Jangan tunggu api membesar baru menelepon. Semakin cepat dilaporkan, makin cepat kami bertindak. Ini penting untuk meminimalkan kerugian,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoBpp)