PLN Teken 5 Kerja Sama Strategis di IPA Convex 2025, Dorong Swasembada Energi
NUSSA.CO, TANGERANG — PT PLN (Persero) mempertegas komitmennya dalam mempercepat transisi energi sekaligus mewujudkan kemandirian energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan lima perjanjian kerja sama strategis dengan sejumlah pelaku industri migas nasional dan internasional dalam gelaran The 49th Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Rabu (28/5/2025).
Momen penting ini turut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyampaikan apresiasi atas langkah konkret PLN dalam mengintegrasikan sektor ketenagalistrikan dengan industri migas untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Kelima kerja sama yang dijalin PLN Group meliputi pengembangan infrastruktur regasifikasi, pasokan gas jangka panjang, integrasi teknologi monitoring sistem pembangkitan berbasis gas, serta inisiatif dekarbonisasi berbasis gas alam cair (LNG). Kolaborasi ini melibatkan perusahaan migas besar seperti Pertamina, PGN, serta mitra strategis dari Jepang dan Korea Selatan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari roadmap PLN menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. “Gas bumi akan menjadi jembatan energi dalam proses transisi menuju pembangkitan yang lebih hijau. Ini adalah strategi realistis dan progresif,” ujarnya.
Dengan dukungan infrastruktur dan suplai energi yang efisien serta ramah lingkungan, PLN berharap dapat menciptakan ekosistem energi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, kerja sama ini juga ditargetkan mampu mendorong investasi dan memperkuat daya saing industri nasional di kancah global.
Langkah PLN ini dinilai strategis dalam mempercepat pembangunan ekonomi rendah karbon sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam nasional secara maksimal, khususnya dari sektor migas yang selama ini masih belum termanfaatkan secara optimal untuk pembangkitan energi. (*/day)
Tinggalkan Balasan