Pemkot Balikpapan Dorong Optimalisasi Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan dengan mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif. Langkah ini dipertegas melalui kunjungan lapangan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, ke sejumlah titik pertanian potensial, Rabu (2/7/2025).
Kawasan Balikpapan Timur menjadi salah satu fokus kunjungan. Bagus meninjau langsung lahan persawahan di Jalan Gunung Binjai RT 15 Gang Persawahan, Kelurahan Teritip, serta Lahan Ketahanan Pangan milik Kodam VI/Mulawarman di Jalan Sepinggan Baru, Kelurahan Manggar. Dalam agenda tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rita, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sri Wahjuningsih, serta Kolonel Kav Asterdam VI/Mulawarman, M Arifin.
Bagus menyampaikan apresiasi atas langkah Kodam VI/Mulawarman yang sudah sejak tiga bulan terakhir menggerakkan petani lokal untuk menggarap lahan pertanian baru. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 22 Tahun 2025 yang mendorong setiap daerah kabupaten/kota mengusulkan lahan baru untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Yang dilakukan Kodam VI/Mulawarman patut kita acungi jempol. Hasilnya sudah terlihat, dan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara TNI dan masyarakat bisa menghasilkan dampak positif,” ujar Bagus.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini seharusnya tidak berhenti di Balikpapan Timur. Masih banyak kawasan lain seperti Balikpapan Utara, Teritip, dan Lamaru yang memiliki tanah belum produktif dan dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian. “Kalau potensi ini kita kelola dengan baik, Balikpapan bukan hanya bergantung pada pasokan dari luar, tapi juga mampu memproduksi kebutuhan pangan sendiri,” tegasnya.
Lebih jauh, Bagus juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, penting menghadirkan petani milenial agar regenerasi tidak terputus. “Petani jangan hanya didominasi usia lanjut. Anak-anak muda harus mau turun ke lapangan. Jika ada yang serius menekuni, ini bisa menjadi role model baru yang menghasilkan,” pungkasnya.
Dengan dorongan ini, Pemkot berharap kolaborasi lintas sektor terus berlanjut sehingga ketahanan pangan di Balikpapan dapat terjaga, bahkan berkembang lebih kuat di masa mendatang. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan