Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah menantikan penyaluran dana karbon dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Found (FCPF CF). Dana ini akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di setiap desa dan kelurahan di PPU, sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH PPU, Rohmat Agus Purwanto, menyampaikan bahwa dana karbon tersebut akan difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat desa melalui berbagai kegiatan yang mendukung lingkungan dan ketahanan iklim. “Dana ini akan difokuskan pada kegiatan seperti pembangunan demplot, drainase, sayuran organik, penyediaan air bersih, pembuatan embung, serta sistem penampungan air hujan. Semua program ini dirancang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di tingkat lokal,” jelas Rohmat.

Menurutnya, dana karbon yang dialokasikan untuk Kabupaten PPU pada tahun 2024 akan diselaraskan dengan program-program dari Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian, dengan DLH PPU memimpin aspek teknis penyaluran bantuan tersebut. “Kami akan mengakomodasi proposal dari dinas-dinas terkait sesuai kebutuhan desa dan kelurahan, dan DLH akan memberikan dukungan teknis untuk pelaksanaannya,” tambahnya.

Program Kampung Iklim ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan lingkungan di desa-desa dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang berkelanjutan. DLH PPU juga akan memantau pelaksanaan di lapangan untuk memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai dengan proposal yang diajukan oleh desa dan kelurahan.

“Kami berharap dengan adanya dana karbon ini, kebutuhan di desa dan kelurahan dapat dipenuhi dengan lebih sistematis. Kami akan memantau program di lapangan agar berjalan sesuai rencana,” ujar Rohmat.

Meski penyaluran dana karbon dari KLHK dijadwalkan pada tahun 2024, hingga saat ini belum ada kepastian terkait waktu penyaluran. “Biasanya penyaluran dana karbon dilakukan pada bulan September, namun hingga sekarang belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan dana tersebut akan diterima,” ungkap Rohmat.

Dengan adanya dukungan dana karbon ini, Rohmat berharap Kabupaten PPU dapat memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memajukan pelaksanaan Program Kampung Iklim dengan lebih baik.

“Kami berharap program ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa, terutama dalam mengurangi dampak perubahan iklim di wilayah kita,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoPPU)