Akses Jalan Dua Desa di Donggala Kembali Dibuka Pasca Banjir dan Longsor
NUSSA.CO, DONGGALA – Setelah dua hari berupaya keras, akses jalan menuju dua desa di Kabupaten Donggala, yaitu Desa Labuan Lumbubaka dan Dusun Sisere di Desa Labuan Toposo, kini telah berhasil dibuka kembali. Kedua desa tersebut sempat terputus akibat hujan deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor, menyisakan tantangan besar bagi pemerintah setempat dalam upaya pemulihan.
Di Dusun Sisere, tercatat sekitar tujuh titik longsor yang mengakibatkan jalan akses terputus, sehingga membuat Desa Labuan Lumbubaka dan Desa Labuan Toposo terisolasi dari dunia luar. Jembatan yang menjadi penghubung utama menuju kedua desa itu pun ambruk, diterjang derasnya aliran banjir.
Agus, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, menjelaskan, “Kami telah melakukan pembersihan dan penanganan di lapangan bersama TNI dan Polri. Sekarang, akses jalan ke kedua desa tersebut sudah bisa dilalui.” Pernyataan ini disampaikan di lokasi kejadian saat tim BPBD melaksanakan upaya untuk membuka kembali jalan yang sebelumnya terhalang oleh material longsor.
Mardiana, Penjabat Sekretaris BPBD, menambahkan, “Kami siap memberikan bantuan kepada masyarakat di Desa Labuan Lumbubaka dan Desa Labuan Toposo. Kami juga akan terus memantau situasi dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk membantu mereka yang terdampak.” Mardiana mengungkapkan bahwa Dusun Sisere adalah kawasan yang menjadi perhatian utama, di mana akses ke desa ini terganggu secara total akibat material longsor.
Meskipun jembatan penghubung telah putus, Agus menyebutkan bahwa akses menuju Desa Labuan Lumbubaka masih bisa dilakukan melalui jalur sungai, yang saat ini airnya sudah mulai surut. “Kami berharap dengan akses yang sudah dibuka, bantuan bahan pokok dan kebutuhan lainnya dapat segera disalurkan ke warga yang sempat terisolasi selama dua hari,” ujarnya.
Keberhasilan pembukaan akses jalan ini menjadi langkah awal untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. Petugas BPBD segera menyalurkan bantuan bahan pokok kepada warga yang sangat membutuhkan, sebagai upaya untuk meringankan beban pasca bencana yang melanda.
Pihak pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan dukungan kepada dua wilayah ini, terutama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak. “Kami akan memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses yang layak dan bantuan yang diperlukan. Keselamatan dan kesejahteraan warga adalah prioritas kami,” pungkas Mardiana.
Dengan adanya pembukaan kembali akses jalan, diharapkan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dan memulai proses pemulihan. Kerja sama antara BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh bencana alam ini. (JBX)
Tinggalkan Balasan