Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Sektor pariwisata dinilai belum mampu berkembang secara optimal di Samarinda, akibat keterbatasan anggaran daerah. Berbagai program pengembangan wisata masih didominasi kegiatan rutin dan belum menghasilkan terobosan baru yang berdampak besar akibat keterbatasan fiskal.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto mengatakan perlu memberikan anggaran yang lebih memadai jika pariwisata ingin dijadikan salah satu motor penggerak ekonomi sekaligus sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga fasilitas penunjang serta promosi yang berkelanjutan. Seluruh aspek tersebut memerlukan dukungan anggaran yang memadai.

“Kalau anggarannya terbatas, sulit melahirkan destinasi baru yang menarik. Akhirnya tidak ada lompatan di sektor pariwisata,” ungkap Rusdi Doviyanto, Jumat (24/7).

Kehadiran Teras Samarinda memang menjadi daya tarik baru, namun ia menilai belum cukup untuk meningkatkan lama kunjungan wisatawan.

Ia berharap pemerintah menghadirkan lebih banyak pilihan objek wisata agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama di Kota Tepian dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Jangan sampai wisatawan hanya ke Teras Samarinda lalu pulang. Harus ada pilihan destinasi lain agar mereka tinggal lebih lama,” tegasnya.

Sebagai langkah pengembangan, DPRD mendorong Pemerintah Kota Samarinda memperkuat wisata berbasis seni dan budaya.

Salah satu yang dinilai berpotensi adalah Desa Budaya Pampang yang diharapkan dapat menghadirkan atraksi budaya secara lebih rutin, sehingga wisatawan dapat menikmati pertunjukan tanpa harus menunggu agenda tertentu.

Selain itu, Rusdi meminta pemerintah memperjelas konsep pengelolaan Desa Budaya Pampang, termasuk menentukan apakah pengembangannya tetap berbasis masyarakat adat atau melibatkan investor.

Kejelasan arah tersebut akan memudahkan pemerintah menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

“Dengan arah yang jelas, kebijakan pemerintah menjadi lebih tepat sehingga wisata budaya ini berdampak nyata pada ekonomi masyarakat,” pungkasnya. *)