Balikpapan Timur Tercekik Lalu Lintas, DPRD Desak Pembangunan Jembatan Lamaru
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan, Gasali, kembali menyoroti kemacetan kronis di wilayah Balikpapan Timur yang tak kunjung tertangani secara nyata. Dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026, ia mendesak pemerintah kota agar tak hanya menyusun rencana di atas kertas, tetapi juga mengambil langkah konkret di lapangan.
Menurutnya, Balikpapan Timur kini menjadi salah satu kawasan dengan mobilitas tinggi yang setiap harinya dihantui kepadatan lalu lintas, terutama di titik-titik jalur penghubung utama yang menjadi akses keluar-masuk wilayah. “Posisi Balikpapan Timur sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Balikpapan Utara dan Selatan. Tapi justru minim jalan alternatif,” tegas Gasali, Selasa (6/5/2025).
Ia mengusulkan agar pemerintah kota memprioritaskan pembukaan akses baru antarkecamatan yang tidak hanya akan memangkas waktu tempuh, tetapi juga mengurai beban kendaraan yang selama ini bertumpuk di jalan-jalan protokol. Salah satu yang dinilai potensial adalah pembangunan jembatan penghubung dari kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar menuju wilayah Lamaru.
“Kalau jembatan TPA ke Lamaru bisa direalisasikan, ini akan menjadi solusi jangka panjang yang nyata. Jalur itu bisa membagi arus kendaraan yang selama ini hanya tertumpu di jalur utama kawasan bawah,” ujarnya.
Gasali mengingatkan bahwa pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, serta pesatnya pembangunan hunian baru di Balikpapan Timur akan menjadi bumerang jika tidak disertai dengan penguatan infrastruktur transportasi. Ia berharap usulan ini bisa masuk dalam prioritas utama RPJMD dan direalisasikan mulai tahun anggaran 2026.
“Jangan sampai persoalan klasik seperti kemacetan dibiarkan terus tanpa progres. Warga butuh tindakan nyata, bukan janji dan studi yang tak kunjung dieksekusi,” tutupnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar Dinas Perhubungan melakukan kajian lalu lintas secara periodik untuk menyesuaikan tata kelola mobilitas kota dengan perkembangan permukiman baru. Langkah-langkah cepat dinilai akan menjadi kunci agar Balikpapan Timur tidak menjadi titik kemacetan baru di masa depan. (Adv)
Tinggalkan Balasan