Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI – Suasana religius menyelimuti lingkungan sekolah selama tiga hari terakhir. Sebanyak 110 siswa terpilih mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh kesan.

Agenda tahunan ini sukses menjadi sarana penguatan karakter dan mental spiritual bagi generasi muda di Kabupaten Tolitoli. Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (25/2/2026) hingga Jumat (27/2/2026) ini diikuti oleh siswa kelas atas dengan rincian: 31 siswa kelas IV, 43 siswa kelas V, dan 36 siswa kelas VI.

Seluruh peserta tampak antusias menyelami berbagai materi keagamaan yang disajikan secara interaktif. Selama tiga hari pelaksanaan, para siswa tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga diajak mempraktikkan tata cara ibadah yang benar.

Materi yang disampaikan terbilang komprehensif, mulai dari pembinaan akhlak mulia hingga penguatan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan tantangan kehidupan sehari-hari anak zaman sekarang.

Kepala Sekolah, Maryasni AR. Antung, S.Pd, saat membuka acara secara resmi menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama selain aspek akademik. “Pesantren kilat ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi sarana membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman agama yang baik,” tegas

Maryasni di hadapan ratusan peserta. Kolaborasi Solid di Balik Layar Kesuksesan acara ini merupakan buah dari kerja keras panitia yang solid. Di bawah komando Nursakka, S.PdI sebagai Ketua Panitia, Sukardi Laheng, S.Pd (Sekretaris), dan Sitti Aminah, S.Pd (Bendahara), seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan berarti.

Dapur pacu kegiatan juga didukung oleh tim yang sigap di berbagai lini, antara lain:

  • Seksi Perlengkapan: Arpa Lamamma, S.Pd dan Suharto Ahmad.
  • Seksi Kegiatan: Rosnawati, S.Pd.SD, Astiana, S.Pd, dan Sri Ayuni, S.Pd.
  • Dokumentasi: Adriyantho Moh. Yusup.
  • Konsumsi: Sawiyah, S.Pd, Magepira, S.Pd, dan Firdayani, S.Pd.

Ketua Panitia, Nursakka, S.PdI, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara. Menurutnya, sinergi antara guru, panitia, dan semangat para siswa adalah kunci utama.

“Alhamdulillah, kami berharap apa yang didapatkan siswa selama pesantren kilat ini benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan Pesantren Kilat 2026 resmi ditutup pada Jumat (27/2/2026).  Penutupan diwarnai suasana penuh haru dan kebersamaan antara guru dan murid.

Pihak sekolah berharap, nilai-nilai disiplin dan spiritualitas yang telah ditanamkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi bekal permanen bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia di masa depan. (adv)