Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong program ketahanan pangan keluarga melalui inisiatif Desa B2SA (Beragam, Bergizi, Sehat, dan Aman), yang ditargetkan menekan angka gizi buruk dan stunting di wilayahnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Mulyono belum lama ini mengungkapkan, bahwa program ini dirancang untuk mendorong pola makan sehat yang beragam, guna memastikan setiap keluarga mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang.

“Inisiatif Desa B2SA kami hadirkan sebagai upaya konkret meningkatkan ketahanan pangan di tingkat keluarga, terutama di desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi dan prevalensi gizi buruk, seperti Babulu Laut,” ujar Mulyono saat dikonfirmasi Selasa (1/10/2024). Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan edukasi agar masyarakat mengonsumsi makanan yang beragam dalam setiap porsi makan, tidak hanya bergantung pada nasi, tetapi juga melengkapi dengan lauk, sayuran, dan buah.

Pelaksanaan program ini didukung dengan anggaran dari Badan Pangan Nasional (BPN), yang dialokasikan khusus untuk tiga desa dan satu kelurahan di PPU yang tercatat memiliki anak-anak dengan status gizi buruk. “Di tiap desa yang menjadi target program, tercatat ada sekitar 40 anak yang mengalami gizi buruk atau kurang gizi, sehingga program ini sangat penting untuk diterapkan di sana,” jelasnya.

Desa Babulu Laut, sebagai salah satu wilayah prioritas, sebelumnya dikenal sebagai desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di PPU, meski memiliki potensi pangan lokal dari sektor perikanan dan pertanian padi. “Kami berharap dengan adanya program ini dan dukungan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), masyarakat di Babulu Laut dapat memperbaiki kondisi gizi anak-anak dan kesejahteraan secara keseluruhan,” ungkap Mulyono.

Selain melalui program B2SA, upaya intervensi juga dilakukan dengan menyalurkan bantuan natura kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Bantuan ini diseleksi dan disesuaikan oleh para ahli gizi di puskesmas kecamatan untuk memastikan penerima manfaat mendapat nutrisi yang diperlukan. “Komitmen kami adalah menangani gizi buruk dan stunting dengan cepat, agar masyarakat di desa-desa terpencil bisa merasakan manfaatnya,” tegas Mulyono.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak di PPU tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong pola konsumsi pangan sehat yang berkelanjutan di kalangan keluarga, sejalan dengan upaya menurunkan angka stunting di tingkat nasional. (*/Adv)