DKP3 Balikpapan Temukan Cacing Hati di Beberapa Hewan Kurban
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memastikan bahwa kondisi hewan kurban yang beredar di masyarakat secara umum dalam keadaan sehat dan layak untuk dikonsumsi. Namun, temuan kasus cacing hati pada saat pemotongan menjadi perhatian serius yang langsung ditindaklanjuti oleh tim pemeriksa di lapangan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DKP3, drh M. Bisri, mengungkapkan bahwa hingga H-2 Iduladha, hasil pemeriksaan tidak menemukan penyakit menular berbahaya. Namun demikian, pihaknya menemukan beberapa hati hewan kurban yang terinfeksi cacing, terutama pada saat pemotongan berlangsung di sejumlah masjid dan lokasi penyembelihan.
“Temuan cacing hati memang ada, tapi langsung kami singkirkan dan diminta untuk dimusnahkan. Koordinasi dengan panitia kurban di masjid cukup baik, mereka langsung mengikuti instruksi kami,” ujar Bisri, Kamis (6/6/2025).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap hewan kurban yang dijual di berbagai titik penampungan, kandang peternak, serta lokasi masjid yang menjadi tempat pemotongan. Saat ini, terdapat 25 titik penjualan hewan kurban resmi yang tersebar di enam kecamatan di Balikpapan, dengan populasi sekitar 1.500 ekor sapi dan kambing.
Adapun kebutuhan kurban tahun ini diperkirakan meningkat hingga 4.000 ekor sapi, naik dari realisasi tahun sebelumnya yang berkisar 3.000 ekor. Kenaikan ini menunjukkan animo masyarakat yang terus bertumbuh dalam berkurban.
Untuk menjamin keamanan pangan, DKP3 mengimbau masyarakat agar hanya membeli hewan kurban dari tempat yang telah mendapatkan pengawasan kesehatan dari pemerintah. Bahkan, jika warga merasa ragu terhadap kondisi hewan yang dibeli, mereka dapat menghubungi DKP3 untuk meminta pemeriksaan gratis oleh petugas yang berwenang.
“Kami terbuka untuk pendampingan teknis di lapangan. Silakan masyarakat manfaatkan layanan kami, agar ibadah kurban berjalan khusyuk dan aman,” pungkas Bisri. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan