Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, angkat suara terkait maraknya kasus perundungan dan kekerasan antar siswa di lingkungan sekolah yang belakangan ini menjadi perhatian publik. Ia menyebut, meski fenomena ini mendapat sorotan luas, pihak DPRD belum menerima laporan resmi dari masyarakat maupun sekolah.

“Nanti coba kita bicarakan dengan programnya dinas,” ujar Hasanuddin, Sabtu (24/5/2025).

Perundungan yang terjadi, lanjut Hasanuddin, berlangsung dalam berbagai bentuk, bahkan melibatkan siswa lintas jenjang pendidikan seperti siswa SD terhadap siswa SMP. Beberapa insiden juga terjadi di lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung, menandakan lemahnya pengawasan.

Meski demikian, Hasanuddin mengaku bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan spesifik di tingkat legislatif. “Jadi kita belum bisa bahas secara spesifik soal itu karena itu maksudnya kan ada komisinya,” ujarnya.

Hasanuddin menegaskan DPRD Kaltim terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Ia mendorong sekolah, organisasi masyarakat, maupun orang tua siswa untuk menyampaikan aspirasi, laporan, atau ide-ide kebijakan agar bisa ditindaklanjuti melalui jalur resmi.

“Pendekatan kita nanti tentu bisa berbeda dengan provinsi lain, disesuaikan dengan kondisi lokal,” ucapnya.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung program “Barak” di Jawa Barat yang diterapkan untuk menanggulangi perilaku perundungan di sekolah. Namun, menurut Hasanuddin, program serupa belum tentu cocok diterapkan di Kalimantan Timur.

“Mungkin pemerintah provinsi punya ide sendiri, mungkin dari gubernur tentunya karena dialah yang sebagai eksekusi, kan,” ungkap Hasanuddin.

Dengan belum adanya laporan resmi yang masuk, Hasanuddin memastikan bahwa pembahasan intensif soal perundungan masih akan menunggu proses lebih lanjut, termasuk peran aktif dari pihak eksekutif melalui Dinas Pendidikan Kaltim. DPRD, lanjutnya, tetap siap mendorong solusi kolaboratif jika sudah ada dasar dan data konkret.

“Kalau nanti ada aspirasi, tentu kami siap tindak lanjuti,” pungkasnya. (ADV)