Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Kinerja positif Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun dalam menekan angka pengangguran terbuka terus menuai apresiasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) PPU, angka pengangguran di PPU berhasil turun signifikan, dari 2,95 persen pada tahun 2021 menjadi 2,07 persen pada tahun 2023.

Asisten I Sekretariat Kabupaten PPU, Nicko Herlambang, mengungkapkan bahwa penurunan ini adalah hasil dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten oleh Pemkab PPU bersama Pj Bupati Makmur Marbun. “Penurunan drastis ini adalah bukti komitmen Pj Bupati dalam mempercepat penanganan pengangguran di PPU melalui berbagai kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya. Rabu (4/9/2024)

Pemkab PPU telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar pada tahun 2024 untuk program pelatihan kompetensi bagi angkatan kerja. Hingga Juni 2024, tercatat 453 orang telah mengikuti 11 jenis pelatihan berbasis kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di dunia industri.

Pelatihan ini mencakup berbagai sektor, seperti pelatihan ground crew di Bandara VVIP yang diikuti oleh 102 lulusan SMA dan SMK, bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya. Selain itu, Pemkab PPU juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan untuk menyelenggarakan pelatihan kejuruan operator mesin bubut, forklift, dan welder.

“Sejauh ini, Pemkab PPU juga telah menjalin kolaborasi dengan dunia usaha dan industri melalui program pemagangan dan penempatan tenaga kerja. Kami yakin langkah ini akan membantu menekan angka pengangguran lebih jauh,” tambah Nicko.

Selain itu, Pemkab PPU turut mengadakan pelatihan di Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark untuk sektor mechanical dan electrical, yang diikuti oleh puluhan peserta. Program pelatihan lainnya, seperti pelatihan scaffolding, rigger, dan teknisi sistem utilitas, dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (BPPSDM) Migas Cepu.

“Pelatihan berbasis kompetensi ini sangat penting dalam mempersiapkan angkatan kerja PPU agar dapat terserap di pasar kerja, terutama di sektor industri yang sedang berkembang pesat,” ungkap Nicko.

Pemkab PPU juga berupaya memberikan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi, yang telah melibatkan 231 orang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan peluang kerja bagi para peserta dan mengurangi angka pengangguran terbuka secara signifikan.

“Target kami untuk menurunkan pengangguran terbuka sudah cukup maksimal. Dengan berbagai program pelatihan yang telah dan akan terus kami laksanakan, kami optimis bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi di masa mendatang,” pungkas Nicko. (Adv/DiskominfoPPU)