Lonjakan Harga Tanah Berpotensi Dongkrak Penerimaan PPU Dari Sektor BPHTB
NUSSA.CO, PPU – Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) utama di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU, Hadi Saputro, menyebut target PAD dari BPHTB tahun ini sebesar Rp22 miliar.
“Target ini menunjukkan optimisme pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi yang ada,” ungkap Hadi, Kamis (3/10/2024).
Ia menambahkan bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku berdampak signifikan pada nilai tanah. “Harga tanah di PPU mengalami kenaikan yang mencolok,” jelas Hadi.
Kenaikan ini menciptakan peluang baru bagi investasi lokal dan diharapkan mendongkrak perekonomian daerah. Menurut Hadi, harga tanah di Benuo Taka kini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Sebelumnya, NJOP di Sepaku atau Penajam hanya Rp30 ribu per meter persegi. Bahkan, ada yang menjual tanah Rp3 ribu per meter persegi,” paparnya. Kini, harga tanah tidak ada yang di bawah Rp100 ribu per meter persegi.
Hadi menjelaskan bahwa kenaikan harga ini belum merata, namun terlihat di lokasi-lokasi strategis. Kawasan dekat Bandar Udara VVIP IKN dan wilayah Sepaku yang terkait proyek IKN mengalami kenaikan harga paling signifikan.
Ia menilai kenaikan harga tanah ini menandakan potensi pertumbuhan ekonomi yang besar di PPU. Dengan target BPHTB yang ambisius, pemerintah daerah berharap memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Selain itu, pemerintah berencana meningkatkan fasilitas dan infrastruktur untuk menarik investasi lebih besar. Langkah ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten PPU. (Adv/DiskominfoPPU)

Tinggalkan Balasan