Muhammad Saing: Sertifikasi Tenaga Konstruksi Penting untuk Dukung Proyek Infrastruktur
NUSSA.CO, PPU – Kepala Bidang (Kabid) Bina Konstruksi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Saing, menyampaikan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor konstruksi menjadi prioritas utama dalam upaya mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi terampil, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di industri konstruksi.
Muhammad Saing menjelaskan bahwa banyak perusahaan konstruksi saat ini lebih memilih untuk merekrut tenaga kerja yang telah memiliki sertifikasi sesuai standar yang ditetapkan. Oleh karena itu, keberadaan tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan industri dan mendukung berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten PPU.
“Tenaga kerja terampil yang tersertifikasi sangat dibutuhkan di sektor konstruksi, dan kami di PUPR PPU terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kerja lokal melalui program pelatihan dan sertifikasi. Kami ingin memastikan SDM di PPU memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri,” jelas Muhammad Saing. Rabu (18/9/2024)
Sejak awal tahun 2024, Bidang Bina Konstruksi telah menerbitkan 366 Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) bagi tenaga kerja konstruksi di PPU. Program pelatihan dan sertifikasi ini melibatkan berbagai elemen, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan tenaga kerja non-PNS. Dari total target 475 tenaga kerja yang harus tersertifikasi tahun ini, sebanyak 366 tenaga kerja telah berhasil menyelesaikan pelatihan dan mendapatkan sertifikasi.
“Kami sudah mencapai 366 sertifikasi dari total target 475. Ini menunjukkan bahwa program kami berjalan dengan baik, dan kami optimis bisa menyelesaikan sisanya dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa program pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi di PPU sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2023, meskipun saat itu masih diadakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pada awalnya, Bidang Bina Konstruksi masih menjadi bagian dari struktur Bina Tata Ruang PUPR PPU. Namun, sejak Januari 2024, Bidang Bina Konstruksi berdiri sendiri sesuai dengan Peraturan Bupati PPU yang mengatur kedudukan dan fungsi bidang tersebut.
“Pada tahun-tahun sebelumnya, kami bekerja sama dengan Pemprov Kaltim dalam mencari peserta untuk pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. Namun sekarang, setelah Bidang Bina Konstruksi resmi dibentuk, kami bisa lebih mandiri dalam menjalankan program ini,” tambahnya.
Muhammad Saing juga menyampaikan rencana pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi selanjutnya, yang dijadwalkan pada bulan September 2024. Meskipun demikian, pelaksanaan ini masih bersifat tentatif karena harus menyesuaikan dengan jumlah peserta yang tersedia.
“Kami berencana untuk mengadakan pelatihan dan sertifikasi lagi pada bulan September, tetapi ini masih tentatif. Kami harus melihat dulu jumlah peserta yang tersedia dan menyesuaikan dengan jadwal pelaksanaan,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Bidang Bina Konstruksi, Muhammad Saing berharap kualitas SDM di Kabupaten PPU akan terus meningkat, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat. (Adv/DiskominfoPPU)

Tinggalkan Balasan