Loadingtea

Arir Wibowo Dorong Komunikasi antar Pemerintah

NUSSA.CO, SAMARINDA – Pembangunan kolam retensi dan folder untuk mengendalikan banjir yang kerap melanda wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara terus didorong. Arie Wibowo, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda mengatakan, proyek kolam retensi di kawasan Pampang belum dapat dikerjakan secara maksimal karena terbentur keterbatasan anggaran.

Dari rencana pembangunan seluas sekitar 100 hektare, saat ini baru sebagian lahan yang bisa digarap. “Kota ini sedang membangun kolam retensi di Pampang. Tapi karena kendala anggaran, dari rencana sekitar 100 hektare, yang bisa dikerjakan baru sebagian saja,” ujarnya.

Arie mengungkapkan DPRD hingga kini belum menerima laporan mengenai perkembangan koordinasi antara Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Kabupaten Kukar, maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait kelanjutan proyek tersebut.

“Kalau kaitannya dengan koordinasi semua lini, kami di DPRD belum mendapat informasi. Mungkin dari dinas sudah ada komunikasi, tetapi kami belum mengetahuinya,” katanya.

Meski belum memperoleh laporan resmi, Komisi III DPRD Samarinda memastikan persoalan tersebut akan menjadi perhatian.

Menurut politisi asal partai Golkar ini, sinergi antardaerah diperlukan agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dapat berjalan lebih efektif. “Nanti akan kami tindak lanjuti terkait sinergi antara Kukar dengan Samarinda,” tuturnya.

Diketahui, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Karenanua, koordinasi antara pemerintah daerah perlu diperkuat agar pembangunan kolam retensi dan infrastruktur pendukung lainnya dapat berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir di kota tepian. *)