Puluhan Siswa Belum Tertampung, DPRD Samarinda Kawal Penanganan SPMB
NUSSA.CO, SAMARINDA — Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Samarinda kembali mencuat. Puluhan calon siswa SMP dilaporkan belum mendapatkan sekolah, memicu perhatian serius DPRD Kota Samarinda.
Komisi IV memastikan proses penanganan masih berjalan melalui Tim Pengawas SPMB yang melibatkan lintas instansi. Laporan awal dari TRC PPA Kalimantan Timur mencatat ada 36 siswa yang belum tertampung dalam sistem penerimaan.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyebut sebagian kasus sudah mulai terurai setelah dilakukan verifikasi. “Sejumlah laporan sudah disaring dan ditindaklanjuti,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Hasil sementara menunjukkan 19 siswa telah difasilitasi dan diterima di sekolah negeri. Sementara itu, 17 siswa lainnya masih dalam proses pencarian solusi agar tetap mendapatkan akses pendidikan.
Novan menegaskan, penanganan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus melalui verifikasi menyeluruh, termasuk memastikan kesesuaian data dan zonasi. “Tim masih mendalami berbagai aspek sebelum mengambil keputusan,” katanya.
Meski begitu, DPRD mendorong agar persoalan ini tidak berlarut. Penyelesaian diharapkan bisa tuntas dalam waktu dekat agar tidak mengganggu hak siswa untuk segera mengikuti kegiatan belajar.
Kasus serupa, menurut Novan, bukan kali pertama terjadi. Pada tahun sebelumnya, persoalan siswa tidak tertampung juga muncul dan diselesaikan melalui mekanisme tim pengawas.
Belajar dari pengalaman itu, DPRD memilih memberi ruang kepada tim teknis untuk bekerja, sembari tetap melakukan fungsi pengawasan. “Penanganan kita serahkan ke tim pengawas, tapi tetap kami pantau,” tegasnya.
DPRD menilai persoalan ini menjadi indikator bahwa sistem penerimaan masih perlu dievaluasi, terutama untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan akibat persoalan teknis. (*/Adv)
Tinggalkan Balasan