10 SPPG Dibentuk, Balikpapan Percepat Program Makan Bergizi Gratis
DKK Fokuskan Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah pusat memasuki tahapan penting di Kota Balikpapan. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan kini memperkuat pengawasan keamanan pangan dan kualitas penyajian makanan yang diterima para siswa penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program MBG tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga menjamin makanan tersaji layak konsumsi, aman, dan sesuai standar kesehatan.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, pada Jumat (19/9/2025) menegaskan bahwa percepatan program MBG memiliki tanggung jawab besar di tingkat daerah. Menurutnya, seluruh proses produksi makanan harus memenuhi standar sanitasi yang ketat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak sekolah yang menjadi sasaran program.
Saat ini, DKK telah melakukan peninjauan lokasi penyediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyiapkan tiga titik lokasi sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri. Selain memastikan kesiapan sarana produksi, DKK juga memberikan pelatihan terhadap penanggung jawab SPPG serta seluruh penjamah makanan. Mereka diwajibkan memiliki sertifikat laik higienis sanitasi dan sertifikasi keamanan pangan sebelum menjalankan tugas.
Total terdapat 10 SPPG di Balikpapan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 29.900 orang. Untuk menjaga kualitas layanan, DKK menerapkan sistem pengawasan berlapis, mencakup inspeksi sanitasi dapur, pemantauan produksi, hingga distribusi makanan ke sekolah. Setiap lini produksi yang berjalan dipantau melalui grup pengawasan terpadu, sehingga laporan dapat diterima secara real time melalui koordinasi internal.
Selain itu, DKK juga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menempatkan tenaga gizi di setiap SPPG, sekaligus menggelar orientasi keamanan pangan bagi sekolah dan penerima manfaat. Pengawasan ekstra dilakukan mengingat mayoritas penyelenggara SPPG di Balikpapan bukan berasal dari perusahaan katering besar, tetapi unit penyelenggara lokal yang membutuhkan pendampingan intensif.
Alwiati menegaskan bahwa penguatan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam implementasi MBG. Ia berharap seluruh tahap dapat berjalan baik sehingga anak-anak Balikpapan mendapatkan makanan yang sehat, layak, dan bergizi dalam rangka mendukung tumbuh kembang generasi menuju Indonesia Emas 2045. (Adv)
Tinggalkan Balasan