26 Titik Jalan di Balikpapan Digarap, Pemkot Pastikan Mobilitas Makin Lancar
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali memacu program peningkatan infrastruktur dengan menargetkan 26 titik perbaikan jalan sepanjang tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di kota minyak tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Rachmattullah, menjelaskan bahwa perbaikan tahun ini difokuskan pada ruas-ruas dengan tingkat aktivitas tinggi. Beberapa di antaranya meliputi Jalan Ruhui Rahayu, Jalan Sepinggan Pratama, Jalan MT Haryono (dari lampu merah Global Sport hingga simpang Beruang Madu), Jalan Pattimura, Jalan PDAM KM 8, Jalan Adiwiyata, Jalan Guntur Damai, Jalan Imat Saili, hingga Jalan Wonorejo.
“Ruas-ruas ini menjadi jalur utama masyarakat dalam beraktivitas. Karena itu, overlay (pengaspalan ulang) dilakukan agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan bisa meningkat secara signifikan,” ujarnya, Selasa (17/9/2025).
Selain proyek overlay, DPU juga menggarap perbaikan jalan di kawasan permukiman dan jalan penghubung antarwilayah yang menunjang kegiatan ekonomi warga. Beberapa titik yang masuk dalam agenda tahun ini antara lain Jalan Tjutjup Suparna, Jalan A. Yani, Jalan Gunung Empat, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Telaga Sari, Jalan Sungai Wain, serta beberapa jalan lingkungan seperti di RT 14 Dalam Baru Ulu dan Perumahan WIKA.
Menurut Rachmattullah, Pemkot berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur perkotaan agar sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Kami berupaya memastikan tidak hanya arus transportasi yang lancar, tapi juga mendukung sektor pendidikan, sosial, dan ekonomi warga Balikpapan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kondisi jalan yang telah diperbaiki. Partisipasi publik dinilai penting untuk memperpanjang usia jalan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas kota. “Pemeliharaan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran bersama menjadi kunci agar Balikpapan tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua,” tambahnya.
Program peningkatan infrastruktur jalan ini diharapkan menjadi dorongan positif bagi aktivitas perekonomian dan produktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang menjadi pusat pergerakan barang dan jasa. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan