Loadingtea

Dorong Percepatan Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Balikpapan Barat dan Timur

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Usai dilantik pada 26 Agustus 2024, dua anggota DPRD Kota Balikpapan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Japar Sidik, Iim dan Laisa Hamisah, memulai tugas mereka dengan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Kamis (19/9/2024) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas berbagai isu strategis terkait kesehatan masyarakat dan program layanan kesehatan di Balikpapan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala DKK, Alwiati, sejumlah isu penting diangkat, termasuk penanganan stunting yang menjadi perhatian serius pemerintah kota. Angka stunting di Balikpapan mengalami kenaikan, dari 19,6 persen menjadi 21,6 persen. Alwiati menjelaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan upaya terpadu, termasuk sosialisasi yang lebih intensif di masyarakat.

“Pencegahan dan penanganan stunting menjadi prioritas, karena peningkatan angka stunting menunjukkan perlunya langkah yang lebih efektif,” ujar Alwiati.

Selain stunting, masalah penyebaran penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TB) juga menjadi topik pembahasan. Permukiman padat dan kurangnya fasilitas sanitasi yang memadai dianggap sebagai faktor yang menyulitkan pengendalian penyakit menular ini.

“Kami terus memantau penyebaran DBD dan TB. Kondisi geografis dan permukiman yang padat membuat penanganan penyakit ini menjadi tantangan. Kami juga perlu penguatan dalam pelaksanaan Perda Kawasan Tanpa Rokok yang dirasa belum efektif,” tambah Alwiati.

Mendukung hal itu, ke-tiga wakil rakyat ini menyatakan komitmennya untuk mendukung DKK dalam berbagai program kesehatan, termasuk upaya mempercepat pembangunan dua RSUD di Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur. Mereka juga sepakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan publik seperti sosialisasi program kesehatan serta akreditasi puskesmas.

“Kami siap mendukung seluruh program kesehatan, mulai dari penanganan stunting hingga pembangunan RSUD. Kami juga akan hadir dalam proses akreditasi puskesmas dan kegiatan kesehatan lainnya di kota ini,” kata Japar Sidik. Sabtu (21/9/2024)

Selain itu, pembahasan juga meliputi pentingnya dukungan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), program kesehatan jiwa, dan upaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam kegiatan kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, Alwiati mengungkapkan keberhasilan Balikpapan dalam membangun Balai Layanan ABK sebagai bagian dari Penyelenggaraan Kota Layak Anak. Layanan kesehatan mental, terutama untuk anak-anak dan remaja, juga menjadi perhatian khusus, mengingat maraknya kasus bullying di kalangan usia sekolah.

“Kesehatan mental remaja sangat penting, mengingat kasus bullying yang sering terjadi di usia sekolah. Kami akan terus mendukung program yang berfokus pada kesejahteraan anak dan kesehatan mental,” tambah Laisa.

Sementara itu, Iim juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja. Menurutnya, kasus bullying di kalangan remaja dan kondisi kesehatan mental anak-anak usia sekolah menjadi masalah yang perlu penanganan serius.

“Kesehatan mental anak-anak dan remaja sangat berpengaruh pada masa depan mereka. Saya akan berfokus pada isu ini selama masa tugas saya. Kami juga harus memberikan perhatian lebih terhadap ibu hamil, karena kondisi ibu selama kehamilan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak dan risiko stunting,” jelas Iim, yang juga dikenal sebagai pendiri komunitas sosial Halte Sedekah.

Iim menambahkan bahwa kesejahteraan ibu hamil dan anak-anak merupakan kunci untuk mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. “Di masa tugas saya, saya berkomitmen untuk terus memantau isu-isu ini agar Balikpapan bisa memiliki generasi yang lebih sehat,” ujarnya.

Japar Sidik kembali menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal dari serangkaian silaturahim yang akan dilakukan ke OPD lain di Balikpapan. Hasil pertemuan ini akan dibahas lebih lanjut dalam komisi terkait, sebagai bagian dari sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam meningkatkan pelayanan publik.

“Kunjungan ini sangat penting untuk memahami langsung tantangan yang dihadapi dalam sektor kesehatan. Kami akan terus melakukan kunjungan ke dinas-dinas lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif,” pungkas Japar Sidik. (*/yes)