Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan tengah mengkaji rencana pembangunan kawasan wisata budaya dengan konsep rumah adat Nusantara di Balikpapan Utara. Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk memeratakan destinasi wisata di Balikpapan yang selama ini masih terpusat di Pantai Manggar.

“Konsep ini mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, tetapi dengan pendekatan yang lebih lokal. Setiap rumah adat akan dilengkapi dengan kuliner khas daerahnya, sehingga tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga wisata kuliner,” ujar Fauzi.

DPRD dan instansi terkait telah menyiapkan lahan seluas dua hektare di kawasan perbatasan Gerha Indah dan Batu Ampar untuk proyek ini. Saat ini, kajian lebih lanjut tengah dilakukan guna memastikan kelayakan dan dampak ekonomi dari proyek tersebut. Jika kajian menunjukkan hasil positif, DPRD berencana mengalokasikan anggaran untuk Detail Engineering Design (DED) pada 2026 sebelum pembangunan fisik dimulai.

Pembangunan destinasi wisata budaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Dengan hadirnya kawasan ini, peluang usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan semakin terbuka, seperti usaha kuliner, penginapan, hingga penyediaan jasa wisata.

“Selain meningkatkan PAD, langkah ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya

DPRD Balikpapan berharap proyek ini dapat menjadi ikon wisata baru yang tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara yang ingin mengenal keberagaman budaya Indonesia di satu tempat. (Adv)