Loadingtea

Pasokan Keripik Tempe AIQ Meningkat, Bukti UMKM Lokal Punya Peluang Bersaing

NUSSA.CO, BULUNGAN – Berawal dari keinginan membantu ekonomi keluarga, Tri Wahyuni atau Yuni berhasil membawa usaha keripik tempe rumahan menembus jaringan ritel modern Alfamidi. Dirintis sejak 2018, usaha Keripik Tempe AIQ kini berkembang dengan peningkatan pasokan hingga tiga kali lipat di sejumlah gerai.

Pada awal merintis usaha, Yuni memasarkan produknya dari warung ke warung. Ia mengandalkan resep khas, bumbu racikan sendiri, dan bahan baku berkualitas untuk menjaga cita rasa serta kepercayaan konsumen.

“Saya memilih pemasok tempe tetap dari sekian banyak pembuat tempe. Ini penting supaya kualitas keripik tempe tetap terjaga,” ujar Yuni.

Perjalanan usahanya memasuki babak baru pada 2023. Melalui pendampingan dan fasilitasi Dinas Koperasi Bulungan, Kalimantan Utara, Keripik Tempe AIQ mulai dipasarkan di gerai Alfamidi wilayah Bulungan.

Jika awalnya pasokan hanya delapan kemasan per toko, kini jumlahnya meningkat menjadi 16 hingga 24 kemasan. Kenaikan tersebut mendorong Yuni meningkatkan frekuensi produksi menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Perkembangan usaha ini juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. Yuni yang semula menjalankan usaha sendiri kini melibatkan karyawan untuk membantu proses produksi.

“Dulu saya hanya ibu rumah tangga biasa. Sekarang bisa mandiri secara finansial dan memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar,” katanya.

Kisah Yuni menunjukkan bahwa produk rumahan berpeluang berkembang ketika kualitas terjaga dan akses pasar terbuka. Kemitraan dengan ritel modern menjadi salah satu jalan bagi UMKM lokal untuk memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.

PT Midi Utama Indonesia Tbk, pengelola Alfamidi, menyatakan komitmennya mendukung UMKM melalui pemasaran produk lokal. Dukungan tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat. (*/day)