Loadingtea

Warga Cemas, Polres Pastikan BB Aman di Brankas

NUSSA.CO, TOLITOLI – Satnarkoba Polres Tolitoli, hingga kini masih terus “mengendus” jejak pemilik sabu seberat 54 gram, yang ditemukan pedagang sayur di Kampung Subur, Desa Sandana, Rabu (16/04/2025) lalu.

Kapolres Tolitoli AKBP Wayan Wayracana Aryawan SIK didampingi Kasat Narkoba Iptu Herman Yoseph SH. MH menjelaskan, tim Satnarkoba masih terus melakukan penyelidikan, mencari jejak pemilik serta jaringan komplotan pengedar sabu yang diduga sering beroperasi di wilayah Desa Sandana, Kecamatan Galang.

Setelah mendapatkan laporan dan menerima barang bukti sabu, penyidik kemudian meminta keterangan pedagang sayur dan warga yang mengetahui awal mula penemuan sabu tersebut.

Selain itu, Yosep juga menepis isu barang bukti sabu yang ditemukan kurang safety, dan bisa disalahgunakan. “Tidak benar isu di masyarakat yang menyebutkan polisi bisa saja memainkan BB sabu. Sebab, prosedur pengawasannya sangat ketat, 2 kunci brankas dipegang pejabat pengawas dan Propam Polres Tolitoli, sandi kode brankas dipegang perwira Sat Narkoba. Dan saya sendiri yang memegang kunci gudang penyimpanan BB. Jadi, tidak mungkin kami berani mencoba memainkan barang bukti,” ungkap Kasat kepada media ini, Minggu (27/4/2025).

Kasat menegaskan, Kabupaten Tolitoli saat ini sudah menjadi daerah dengan status darurat narkoba, pemakai dan pengedar terdeteksi di 10 kecamatan.

“Tolitoli ini ibarat sakit stadium akhir, di semua kecamatan terdeteksi pengguna dan pengedar narkoba, bahkan sasaran generasi muda terus bertambah,” mirisnya.

Karena itu, lanjut Yosep, dalam kondisi darurat narkoba saat ini, upaya pemberatasan narkoba tidak hanya tugas kepolisian. “Dan kami mengapresiasi upaya warga Sandana untuk melaporkan temuan sabu, dan ini bentuk dukungan masyarakat kepada kepolisian. Kami juga berharap masyarakat di 10 kecamatan sama proaktif, melapor dan menyampaikan jika mencurigai kegiatan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang,” pinta Kasat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (16/04/2025) sekira pukul 09.00 Wita, warga Dusun Subur, Desa Sandana digegerkan dengan penemuan bungkusan paket berisi sabu dengan berat bruto 54 gram oleh pedagang sayur keliling, lokasi penemuan tak jauh dari simpangan gardu listrik. Usia menemukan paket narkoba pedagang sayur merasa takut, lalu menyerahkan barang temuannya ke warga bernama Lia, dan selanjutnya Lia menghubungi salah seorang petugas Satnarkoba, dan barang bukti berhasil diamankan.

“Di Sandana ini memang banyak pemakai pak, anak-anak muda, tuh di sana pak biasa dorang batransaksi di simpangan dekat gardu itu, ya ampun besar kali pengaruhnya di sini pak. Karena itu kami berharap, polisi benar-benar mengawasi dan bisa memberantas narkoba pak, kasihan anak-anak jadi korban pak,” pinta Ar, salah seorang ibu rumah tangga yang enggan namanya disebutkan.

Ir, warga lainnya juga menyarankan kepada pemerintah desa agar ikut serta dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Kami sih berharap pemerintah desa jangan hanya mendengar saja, tidak buat apa-apa, harusnya segera kumpul warga, sosialisasi, ingatkan anak muda, dan ini bisa dilakukan bersama kepolisian, pemerintah daerah. Sandana ini parah loh pak, jadi kades jangan diam, harusnya bergerak aktif,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah soal darurat narkoba, Kepala Desa Sandana Sofyan Djalal SE menyampaikan, meski baru 2 hari menjabat, dirinya dan masyarakat desa siap untuk bersama-sama kembali menggiatkan upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba, di antaranya melalui sosialisasi dalam progam keagamaan, meningkatkan peran Bankamdes, fungsi pos kamling dan Linmas.

“Tentu kami pemerintah desa juga sangat prihatin atas status darurat narkoba di desa kami, kami tidak akan diam dan akan terus berupaya sekuat tenaga, menjaga generasi muda kami, dengan program pembinaan kepemudaan dan olahraga. Soal narkoba ini, menjadi atensi serius pemerintah desa, dan saya meminta kepada warga Sandana untuk bersama memerangi peredaran narkoba,” tekadnya. (ham)