Lima Tahun GALAK Mengabdi, Perkuat Solidaritas Sosial dan Peran Pemuda Kalimantan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Lima tahun bukan sekadar penanda usia bagi Generasi Lintas Anak Kalimantan (GALAK). Di balik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 yang digelar di Hotel Benakutai, Balikpapan, Sabtu (20/12/2025), organisasi ini menegaskan eksistensinya sebagai wadah silaturahmi, solidaritas, dan pengabdian sosial lintas daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Momen ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi melalui pelantikan ketua dan pengurus GALAK di berbagai kabupaten/kota.
Ketua Umum GALAK, H Imam Mutaji, SE. SH. MH dalam sambutannya menekankan bahwa GALAK sejak awal dibangun bukan atas dasar kepentingan materi, melainkan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial. Ia menegaskan, seluruh pengurus dan anggota GALAK bekerja secara sukarela tanpa gaji bulanan maupun honor kegiatan.
“Tidak ada yang digaji di GALAK. Organisasi ini lahir untuk silaturahmi, saling menguatkan, saling membantu ketika ada yang susah, dan tidak melupakan saudara saat kita sedang berada dalam kondisi baik,” tegas H Imam Mutaji di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Selama lima tahun perjalanan, GALAK telah aktif terlibat dalam berbagai aksi sosial kemasyarakatan, mulai dari penggalangan bantuan bagi korban bencana alam di dalam maupun luar Kalimantan, pendampingan masyarakat terdampak musibah, hingga kegiatan sosial berbasis gotong royong di tingkat lokal.
Pada bidang keagamaan, GALAK rutin menginisiasi kegiatan religi, seperti santunan anak yatim, dukungan kegiatan keagamaan lintas komunitas, serta keterlibatan aktif dalam peringatan hari-hari besar keagamaan sebagai upaya memperkuat nilai toleransi dan persatuan.
Tak hanya itu, GALAK juga menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan, dengan terlibat dalam kegiatan bersih lingkungan, edukasi kepedulian alam, serta dukungan terhadap gerakan menjaga ekosistem di wilayah pesisir dan permukiman.
Di sektor pembangunan, GALAK berperan sebagai mitra sosial dengan mendorong partisipasi pemuda dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah, baik melalui penguatan UMKM, kegiatan kepemudaan, hingga kolaborasi lintas organisasi.
H Imam Mutaji juga mengajak seluruh anggota GALAK untuk tetap rendah hati dan terbuka terhadap kritik. Ia menegaskan dirinya tidak berdiri sebagai figur yang harus diagungkan, melainkan sebagai saudara yang siap ditegur demi kebaikan organisasi. “Saya berdiri di sini sebagai saudara. Kalau ada salah, tolong diingatkan. GALAK ini milik kita bersama,” ujarnya.

Ia turut mengajak seluruh peserta untuk sejenak mendoakan saudara-saudara di berbagai daerah di Indonesia yang tengah tertimpa musibah, sebagai wujud empati dan solidaritas kebangsaan.
Peringatan HUT ke-5 GALAK ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng, sebagai simbol rasa syukur sekaligus harapan agar GALAK terus tumbuh dewasa, solid, dan konsisten mengambil peran nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kalimantan ke depan. (day)
Tinggalkan Balasan