Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Kita Samarinda masih membutuhkan sistem pendataan yang akurat guna mengetahui jumlah produksi sampah harian secara riil.  Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M Andriansyah, Senin (15/6).

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mengintegrasikan seluruh data bank sampah ke dalam satu aplikasi digital yang dapat diakses hingga tingkat kelurahan.

Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, angka sampah produksi yang beredar masih belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Data yang tersedia umumnya hanya berasal dari sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Kalau kita bicara sampah produksi Samarinda setiap hari, harus ada dasar datanya. Jangan sampai hanya berdasarkan perkiraan. Yang masuk ke TPA memang tercatat, tapi masih banyak sampah yang tidak terdata karena tidak semuanya sampai ke sana,” ujarnya.

Aplikasi berbasis mobile akan memudahkan pengelola bank sampah dalam melakukan input data secara berkala. Pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai volume dan jenis sampah yang dihasilkan di setiap wilayah.

Keberadaan data yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang efektif dan tepat sasaran.

“Kalau setiap kelurahan punya datanya sendiri, pemerintah akan lebih mudah memetakan persoalannya. Kita bisa mengetahui berapa produksi sampah plastik, organik, maupun jenis lainnya setiap hari,” katanya.

Ia menambahkan, digitalisasi data juga dapat menjadi dasar evaluasi program pengurangan sampah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

“Harus berbasis data digital agar mudah dibaca dan bagaimana penanganannya bergantung pada data rill yang kita terima,” pungkasnya.

Andriansyah berharap sistem ini akan berdampak pada pengambilan keputusan yang tidak lagi berdasar asumsi, melainkan data lapangan. *)