Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Turnamen biliar berskala nasional bertajuk Kapolresta Samarinda dan POBSI Kaltim Cup 2026 mulai memanas memasuki hari kedua pelaksanaan. Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia bersaing ketat dalam cabang 9 ball yang digelar di RA De Ale Biliard, Jalan Bhayangkara, Komplek Go Mall Samarinda.

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 13 hingga 19 Juli 2026, dengan total hadiah mencapai Rp150 juta.

Sejak hari pertama hingga hari kedua babak penyisihan, puluhan peserta telah tersingkir. Atmosfer kompetisi pun semakin kompetitif seiring berlangsungnya fase awal turnamen yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari.

“Sudah dua hari berjalan, banyak peserta yang gugur, tapi ada juga yang berhasil lolos ke babak berikutnya,” ujar Pengawas Pertandingan, Ade Karate.

Ia menjelaskan, sistem pertandingan masih memberi kesempatan bagi peserta yang belum berhasil di awal untuk kembali bertanding selama fase penyisihan masih berlangsung.

“Masih ada kesempatan di dua hari ke depan. Nanti akan kita hitung siapa saja yang lolos ke babak gugur dan siapa yang harus terhenti di penyisihan,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik sekaligus pengelola RA De Ale Biliard, Hendra Anggara, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi seluruh peserta yang hadir ke Samarinda. Komitmen kami adalah terus meramaikan dan mengembangkan olahraga biliar di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Aang.

Tak hanya menghadirkan kompetisi, event ini juga diramaikan dengan berbagai fun games yang dapat diikuti oleh masyarakat umum, sehingga menambah daya tarik tersendiri. “Setiap event di RA De Ale selalu kami buat berbeda. Alhamdulillah itu menjadi daya tarik bagi peserta maupun pengunjung,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar turnamen, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang mencari bibit atlet potensial yang bisa berprestasi di tingkat daerah hingga internasional,” tutupnya. ( * )