Loadingtea

Warga : Jangan Cuman Anak Buah yang Jadi Tumbal

NUSSA.CO, TOLITOLI – Warga Kompleks Bambalayang, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, akhirnya bisa bernapas lega.

Rumah yang diduga selama ini disebut-sebut sebagai “sarang” peredaran narkoba milik seorang terduga bandar besar berinisial TN, digerebek aparat Satres Narkoba Polres Tolitoli pada Rabu malam (17/06/2026), sekitar pukul 23.47 Wita.

Penggerebekan yang mengundang perhatian warga sekitar ini awalnya tidak membuahkan hasil alias nihil. Meski TN mencoba berlindung, polisi berhasil menemukan barang bukti sabu yang berada dalam penguasaan kaki tangannya, seorang perempuan berinisial IM.

“Barang bukti sabu ditemukan di tangan IM, anak buah TN. Setelah ditimbang, beratnya mencapai dua gram. Di hadapan petugas, IM langsung bernyanyi bahwa barang haram tersebut adalah milik TN,” ujar seorang saksi mata yang menyaksikan detik-detik penangkapan.

Berdasarkan bukti tersebut, malam itu juga polisi langsung menggiring TN dan IM ke Mapolres Tolitoli untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penangkapan ini seolah menjadi jawaban atas keresahan warga yang selama ini sudah mengetahui sepak terjang TN, namun memilih diam karena takut atau enggan terlibat.

“Perempuan berinisial TN itu sebenarnya sudah lama diketahui menjual barang haram, tapi baru kali ini dia benar-benar terpojok dengan barang bukti di tangannya,” tambah sumber tersebut.

Warga pun menitipkan harapan besar kepada kepolisian. Mereka mendesak agar hukum tidak hanya tajam kepada pelaku lapangan, tetapi juga menyentuh otak utama di balik bisnis ilegal ini. “Jangan hanya anak buahnya yang dijadikan tumbal. TN harus ditindak tegas karena dia diduga sudah lama beroperasi sebagai bandar,” tegas warga.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Narkoba Polres Tolitoli, Iptu Lexy Tumonglo, S.H., membenarkan adanya operasi penangkapan di wilayah Kelurahan Tuweley tersebut.

“Benar, tim kami sudah bergerak di lapangan dan saat ini kami tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap para pelaku yang telah diamankan,” pungkas Iptu Lexy.

Kini, nasib TN dan IM berada di tangan penyidik. Keberhasilan penggerebekan ini menjadi sinyal keras bagi para pelaku narkoba di Tolitoli bahwa tidak ada tempat aman bagi mereka yang merusak masa depan daerah ini.

Untuk diketahui, dari penangkapan ini ternyata memicu reaksi keras dari warga sekitar yang selama ini sudah jengah dengan aktivitas di rumah tersebut.

Warga secara terang-terangan mendesak pihak kepolisian agar tidak berhenti di level pengedar kecil saja. Mereka menuntut agar TN, yang diduga kuat sebagai otak utama, benar-benar diseret ke meja hijau dan tidak dibiarkan “bermain” di luar.

​”Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah. Kami minta Polres Tolitoli menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jebloskan bandarnya ke penjara! Jangan sampai anak buahnya saja yang dijadikan tumbal, sementara bandarnya bebas begitu saja,” tegas salah seorang warga dengan nada tegas.

​Bagi warga, penangkapan ini adalah pertaruhan kredibilitas aparat dalam memberantas narkoba di Tolitoli. Mereka berharap kali ini tidak ada lagi celah bagi bandar besar untuk melenggang bebas dari jeratan hukum. (ham)