Loadingtea

Rahmad Mas’ud: Balikpapan Siap Dukung IKN dengan Semangat Kebersamaan

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Untuk pertama kalinya, Balikpapan, kota yang kaya akan sejarah dan kemajemukan budaya, menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVII. Senin (3/6/3034). Acara ini berlangsung meriah.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyatakan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan. “Saya menyambut hangat dan mengucapkan selamat datang di Kota Balikpapan. Suasana yang luar biasa ini, di usia APEKSI yang terus bertambah, telah melahirkan berbagai gagasan konstruktif yang membentuk kota-kota sebagai lokomotif kemajuan bangsa di tengah perubahan zaman yang sangat cepat,” ujar Rahmad.

Rakernas APEKSI kali ini menyoroti isu-isu terkini terkait pembangunan perkotaan, baik pada skala lokal maupun global. Dalam gala dinner yang diadakan di Balai Kota Balikpapan, para peserta diberikan kesempatan untuk melihat langsung potensi dan tantangan kota yang diharapkan menjadi penyangga serta teras bagi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

Balikpapan, meskipun tidak memiliki tambang atau ladang minyak, justru dikenal karena keberagamannya. Kota ini rumah bagi hampir 200 paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kota ini memiliki hampir 200 paguyuban, dari Sabang sampai Merauke. Bahkan satu rumah bisa terdiri dari tiga sampai empat suku di dalamnya. Jadi, Insya Allah, permasalahan isu SARA kemungkinan kecil sekali terjadi di Balikpapan,” katanya.

Sementara itu, Ketua APEKSI, Eri Cahyadi, menekankan pentingnya sejarah Balikpapan dan peran strategisnya dalam pembangunan nasional. “Sejarah itu akan terulang kembali ketika ibu kota negara ada di Kaltim. APEKSI adalah untuk Indonesia. Kota-kota di Indonesia memiliki kelebihan masing-masing. Bayangkan kalau kelebihan itu dijadikan satu kekuatan besar, tidak ada yang merasa lebih baik, tapi saling melengkapi, maka APEKSI bisa memberi yang terbaik untuk negeri ini,” jelasnya

Eri juga menegaskan bahwa dalam APEKSI, tidak ada kota yang tertinggal. “Tidak ada di APEKSI ini istilah kota yang paling maju, karena buat saya yang paling maju adalah ketika bisa berintegrasi dan bersinergi antarkota. Maka itulah kemajuan untuk negara ini,” terangnya.

Rakernas APEKSI di Balikpapan diharapkan mampu memberikan usulan dan sumbangsih terbaik untuk Indonesia, serta mempererat hubungan antar kota.

“Banyak hal yang harus kita berikan masukan terbaik, karena apapun yang terjadi di kota ini, APEKSI menjadi jembatan antara seluruh kota dengan Mendagri,” harapnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Rakernas APEKSI XVII di Balikpapan, diharapkan hubungan antar kota di Indonesia semakin erat, mendorong pembangunan yang lebih sinergis dan berkelanjutan di seluruh tanah air. Ajang ini juga menunjukkan kesiapan Balikpapan dalam mendukung IKN sebagai pusat pemerintahan baru, mengukuhkan perannya sebagai kota strategis yang penuh potensi dan harapan. (*/yes)