BPBD Catat 20 Kasus Longsor di Balikpapan, Warga Diminta Waspada
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat adanya peningkatan signifikan kasus tanah longsor akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Hingga akhir Agustus 2024, telah terjadi 20 kejadian tanah longsor yang menyebar di berbagai lokasi, dengan daerah paling terdampak di antaranya Prapatan, Gunung Sari, Jalan Soekarno-Hatta kilometer 6, dan Kariangau.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyatakan bahwa potensi tanah longsor masih cukup tinggi, terutama di kawasan-kawasan yang berbukit. “Seluruh kecamatan di Balikpapan berpotensi mengalami longsor, khususnya di titik-titik seperti Prapatan dan Gunung Sari. Kondisi ini diperburuk oleh intensitas hujan yang terus meningkat. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, terutama selama musim hujan,” jelas Usman, Selasa (27/8/2024).
Meski BPBD terus melakukan pemantauan, Usman menegaskan bahwa sulit untuk memprediksi secara pasti titik-titik longsor. “Kami tidak bisa menentukan lokasi pasti karena banyak faktor, seperti kondisi tanah dan cuaca. Namun, daerah seperti Prapatan dan Gunung Sari menjadi kawasan yang paling berisiko. Dalam satu bulan terakhir, kedua wilayah tersebut mengalami kasus longsor yang terbanyak, ” lanjutnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Balikpapan terus berkoordinasi dengan Pemkot untuk mempercepat perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat longsor. Usman juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan sekitar mereka. “Jika terjadi hujan deras yang berpotensi menyebabkan longsor, warga harus segera mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman dan melaporkan kepada pihak Lurah atau Camat setempat untuk mendapatkan bantuan penanganan,” tegas Usman.
Kasus terbaru terjadi di RT 53, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, pada 23 Agustus 2024, di mana tanah longsor menghantam fondasi rumah warga. Sebelumnya, pada 14 Agustus 2024, hujan deras juga menyebabkan longsor di RT 38, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan kerusakan pada infrastruktur rumah warga.
Pemkot Balikpapan telah berkomitmen untuk segera memperbaiki fasilitas yang terdampak dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan. “Kami selalu berusaha memberikan informasi yang jelas dan tepat kepada masyarakat terkait potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi. Di sisi lain, BPBD bersama pihak terkait juga bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap mitigasi bencana guna meminimalisir risiko kerusakan lebih lanjut,” tambah Usman.
Dengan adanya upaya perbaikan dan kewaspadaan yang tinggi, Ia berharap risiko longsor bisa dikurangi dan masyarakat Balikpapan dapat merasa lebih aman menghadapi musim hujan yang masih berlangsung. (Adv)
Tinggalkan Balasan