Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C di Balikpapan Timur direncanakan dimulai pada 2025. Saat ini, proyek tersebut sedang menunggu penyelesaian Detail Engineering Design (DED) yang diperkirakan rampung pada akhir tahun ini. Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp2,6 miliar telah disiapkan untuk penyusunan DED, dan proses tersebut sudah mencapai tahap daftar pendek.

“DED-nya sudah dalam daftar pendek dengan anggaran Rp2,6 miliar. Proses tendernya melalui dua tahap, yaitu daftar panjang dan daftar pendek, dan sekarang sudah berjalan. Kami berharap bulan ini semua dapat selesai, sehingga pembangunan fisiknya bisa dimulai tahun depan,” jelas Alwiati, Kamis (29/8/2024).

Proses penyusunan DED ini memakan waktu sekitar empat bulan, dan DED ini sangat penting untuk menentukan bentuk bangunan rumah sakit yang akan dibangun. Alwiati menambahkan, RSUD tipe C ini nantinya akan menyediakan pelayanan kedokteran subspesialis terbatas, termasuk empat layanan spesialis utama yaitu penyakit dalam, bedah, kesehatan anak, serta kebidanan dan kandungan.

Lokasi pembangunan RSUD tipe C ini berada di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, yang merupakan aset Pemerintah Kota Balikpapan di Jalan Kacang, Kelurahan Lamaru. Alwiati menyebutkan bahwa lokasi ini lebih luas dibandingkan dengan lahan yang digunakan untuk RSUD di Balikpapan Barat, sehingga pembangunan dapat lebih optimal. “Nantinya, setelah DED selesai, kita baru bisa melihat bagaimana bentuk bangunannya karena desain harus disesuaikan dengan kondisi lahan,” tambahnya.

Sebelumnya, lokasi pembangunan sempat mengalami perubahan. Awalnya, RSUD Balikpapan Timur direncanakan dibangun di lahan Puskesmas Lamaru. Namun, seperti dijelaskan oleh Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Nurhadi Saputra, rencana tersebut diubah karena ada aset Pemkot Balikpapan yang dinilai lebih cocok untuk dijadikan lokasi pembangunan rumah sakit. “Jika tetap dibangun di Puskesmas Lamaru, harus ada pengorbanan seperti menghancurkan rumah dinas yang sudah ada, dan lahan di sana juga lebih ramping dan memanjang ke belakang, yang bisa membatasi perkembangan di masa depan,” ujar Nurhadi.

Lokasi baru di Jalan Kacang dianggap lebih strategis dan mudah diakses oleh warga Balikpapan Timur karena berada di tengah-tengah pemukiman. Selain itu, lahan yang lebih luas memungkinkan pembangunan yang lebih fleksibel untuk jangka panjang. Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan warga Balikpapan Timur akan lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan spesialis yang dibutuhkan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Pembangunan RSUD tipe C ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Balikpapan Timur, sekaligus mendukung upaya pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh kota. (Adv)