Andi Arif Dorong Pendirian BLK Kota untuk Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja Lokal
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Andi Arif Agung, menilai pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola oleh pemerintah kota sangat mendesak. Langkah ini diperlukan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi persaingan pasar tenaga kerja yang semakin ketat, terutama setelah Kalimantan Timur ditetapkan sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Balikpapan sebagai kota penyangga IKN menghadapi tantangan besar. Selain peluang, ada kebutuhan untuk memastikan tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan pendatang,” ujar Andi pada Senin, 4 November 2024.
Andi mengusulkan agar pemerintah kota memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah yang belum dimaksimalkan untuk dijadikan pusat pelatihan keterampilan. Hal ini dianggap sebagai solusi cepat untuk menyediakan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri di Balikpapan dan sekitarnya.
Menurutnya, BLK provinsi yang ada saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelatihan bagi tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, pendirian BLK kota menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan keterampilan masyarakat.
Andi juga mengingatkan bahwa regulasi saat ini mengharuskan perusahaan di Balikpapan untuk merekrut minimal 40% tenaga kerja lokal dalam tiga tahun pertama operasinya. Namun, ia mengakui regulasi ini belum cukup untuk sepenuhnya melindungi tenaga kerja lokal dari persaingan ketat.
“Pendirian BLK kota adalah solusi jangka panjang untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal, bukan sekadar respons terhadap kondisi saat ini,” jelasnya.
BLK kota yang direncanakan diharapkan dapat bekerja sama dengan sektor industri untuk mengidentifikasi keterampilan yang paling dibutuhkan. Program pelatihan akan dirancang fleksibel agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, terutama di sektor industri berat, migas, dan konstruksi yang berkembang pesat di Balikpapan.
Andi menekankan pentingnya sertifikasi keterampilan bagi peserta pelatihan. Sertifikasi ini akan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar kerja nasional maupun internasional.
“BLK kota harus menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi yang kuat. Dengan keterampilan yang tepat, masyarakat Balikpapan akan lebih siap memanfaatkan peluang di tengah perkembangan IKN,” tambahnya.
Melalui program pelatihan BLK, Andi berharap Balikpapan tidak hanya menjadi saksi perkembangan pesat di sekitar IKN, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan BLK, kita tidak hanya mempersiapkan tenaga kerja terampil, tetapi juga membangun masa depan ekonomi Balikpapan yang lebih tangguh,” tutup Andi.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kota Balikpapan, baik dalam peningkatan kualitas tenaga kerja maupun pertumbuhan ekonomi. (*/ADV/DPRD Balikpapan/her).
Tinggalkan Balasan