Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) ke IV Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2023 secara resmi dibuka di gedung Sport Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan pada Rabu (15/11/2023). Acara pembukaan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, Agus Hari Kesuma, bersama dengan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Balikpapan, dr. Ratih Kusuma, serta Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim, Suharyanto.

Peparprov diikuti oleh sembilan daerah Kabupaten-Kota di Kaltim, dengan total peserta mencapai 585 orang, terdiri dari 486 atlet dan 99 pelatih atau official. Kompetisi ini melibatkan 13 cabang olahraga dengan 582 nomor pertandingan, dimana peserta bersaing untuk meraih 582 medali emas, 582 medali perak, dan 725 medali perunggu.

Agus Hari Kesuma, mewakili Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menegaskan bahwa Peparprov bukan hanya pertandingan semata, melainkan juga komitmen mendukung atlet penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk meraih masa depan dan mengukir sejarah, menggambarkan para peserta sebagai pahlawan tanpa jasa yang menunjukkan potensi luar biasa. Ia menyampaikan, “Dengan keterbatasan tidak menjadi hambatan untuk meraih masa depan dan mengukir sejarah. Mereka menunjukkan kepada kita bahwa setiap individu memiliki potensi luar biasa.”

dr. Ratih Kusuma, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Balikpapan, mengapresiasi atlet dan pelatih yang terlibat dalam Peparprov IV. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang prestasi juara, melainkan juga tentang silaturahmi antar-atlet dan pelatih yang tergabung dalam NPCI.

Suharyanto, Ketua NPCI Kaltim, menyatakan bahwa Peparprov ke IV Kaltim di Kota Balikpapan memberikan kesempatan bagi atlet dari berbagai daerah untuk berkompetisi dalam olahraga disabilitas tertinggi di Kalimantan Timur. Ia mendorong para atlet untuk meraih prestasi setinggi mungkin dan melihat Peparprov sebagai persiapan untuk Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Sumatera Utara Tahun 2024. “Ayo catat dan kejar prestasi semaksimal mungkin di Kota Balikpapan,” seru Suharyanto.

Suharyanto menambahkan bahwa semua pihak diharapkan memberikan dukungan penuh kepada atlet dan pelatih, menjaga semangat kebersamaan, persaudaraan, serta rasa hormat terhadap prestasi atlet paralimpik. Ia juga mengapresiasi pemerintah karena mensejajarkan hak dan martabat atlet disabilitas dengan mereka yang tidak memiliki disabilitas. Pesan terakhirnya adalah untuk tetap semangat, sambung yang patah, latih yang lemah, dan gigih bertanding untuk meraih cita-cita tanpa mengenal kata mundur. “Tanamkan di hati sanubari kalian. Jangan pernah hitung apa yang kurang pada dirimu, tapi hitunglah apa yang sudah kamu berikan pada bangsa dan negara,” pesan Suharyanto kepada seluruh atlet. (tim redaksi)