Bawaslu Dorong Mahasiswa Kaltim Jadi Agen Anti-Hoaks dan Anti-Politik Uang
NUSSA.CO, SAMARINDA – Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto, menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi pada Pemilu dan Pilkada 2024. Hal ini disampaikan saat Bawaslu Kaltim menerima audiensi dari Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltimtara pada Senin, (11/11/2024). Audiensi yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kaltim tersebut membahas persiapan Bawaslu dalam mengawasi Pilkada sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam pengawasan pemilu yang bersih dan berintegritas.
Hari Dermanto menegaskan bahwa generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa, harus menjadi teladan dalam menjalankan demokrasi yang bersih. Ia mengajak anak muda untuk menolak politik uang dan aktif menghadang penyebaran hoaks yang dapat merusak kualitas pemilu.
“Keteladanan pemilih ideal kini harus beralih kepada generasi muda. Mereka harus bisa menjadi teladan dengan menolak politik uang dan menangkal isu hoaks. Ini bukan sekadar mengawasi, tetapi juga melindungi masa depan demokrasi kita,” ujar Hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu juga menjelaskan bahwa praktik politik uang masih menjadi masalah utama dalam Pilkada. Menurutnya, politik uang merusak integritas pemilih dan menciptakan pemilu yang tidak sehat. Ia berharap anak muda berperan aktif dalam menolak politik uang sehingga dapat mencegah kendali politik oleh uang yang hanya akan merusak kualitas demokrasi dan masa depan bangsa.
Selain itu, Hari juga mengingatkan pentingnya melawan hoaks atau disinformasi yang kerap digunakan untuk mempengaruhi pemilih dengan cara tidak sah. Ia mendorong mahasiswa dan pelajar untuk lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Generasi muda harus jadi filter informasi, (adv)
Tinggalkan Balasan