Bawaslu Goes to Campus, Peran Penting Milenial dan Gen Z Awasi Kecurangan Pemilihan di Kaltim
NUSSA.CO, SAMARINDA– Jelang perhelatan pilkada serentak tahun 2024, program Bawaslu Goes to Campus gencar dilakukan di sejumlah daerah, tanpa terkecuali di Kalimantan Timur.
Mengusung tema ‘Tingkatkan Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Pemilihan Serentak tahun 2024’ kegiatan ini digelar di Gedung 22 Dzulhijah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (Uinsi) Samarinda, Kamis (12/9/2024) kemarin.
Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung mengungkapkan, peran penting pelajar dan mahasiswa guna mengawasi jalannya pemilihan kepala daerah serentak tahun ini.
“Dalam meningkatkan peran pastisipasi pengawasan pemilihan serentak tahun ini, pelajar dan mahasiswa berperan penting dalam pengawasan pemilihan serentak mempersempit ruang gerak pelanggaran pemilu,” ungkap Galeh Akbar Tanjung.
Galeh melanjutkan, peran kaum milenial dan Gen Z yang lekat dengan teknologi, bisa menjadi instrumen penting guna mengawasi jalannya pemilihan nantinya.
“Peran mahasiswa sebagai generasi Z adalah generasi yang paling kuat dan bisa memerangi kejahatan dan kecurangan dalam pemilihan. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi, dimana teman-teman bisa melihat visi, misi dan tujuan dari masing-masing calon yang sesuai dengan apa yang harus mereka perbuat untuk perubahan di Kaltim,” lanjut pria yang akrab disapa Galeh ini.
“Maka dari itu kita harus manfaatkan momen ini untuk memilih pemimpin yang hebat, amanah, dan bersih adalah bentuk dari investasi jangka panjang sebagai pemimpin” lanjutnya.
Galeh juga mengingatkan adanya saluran siaga pemilihan yang bisa diakses secara online jika menemukan kecurangan yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Bisa dilaporkan di Whatsapp Saluran Siaga Pemilihan Serentak dengan nomor 0816-201-128 dengan diberikan keterangan 5W + 1H serta bukti pelanggarannya seperti foto atau video,” tambah Galeh.
Ayo kita tingkatkan Pemilihan Serentak yang bersih dan berintegrasi, kami berharap kawan-kawan menjadi benteng utama mempersempit ruang gerak politik uang dan kecurangan,” pungkas Galeh Akbar Tanjung. (ADV)
Tinggalkan Balasan