Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Upaya mencegah dan menangani masalah gizi pada anak terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan. Salah satunya dengan melaksanakan pemeriksaan lanjutan bagi balita dengan kondisi gizi buruk dan gizi kurang. Kegiatan ini berlangsung di Puskesmas Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, dengan jumlah sasaran sebanyak 16 balita dari berbagai kelurahan.

Pemeriksaan tersebut digelar oleh Tim Kerja Gizi Kesjaor Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Balikpapan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur serta Tim Puskesmas Pengampu. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian intervensi spesifik yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, khususnya di masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, menegaskan bahwa permasalahan gizi pada anak harus ditangani secara serius dan menyeluruh. Menurutnya, kegiatan pemeriksaan lanjutan ini tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif untuk mencegah bertambahnya kasus gizi buruk dan gizi kurang di Balikpapan.

“Balita dengan gizi buruk maupun gizi kurang membutuhkan perhatian khusus karena kondisi ini bisa memengaruhi tumbuh kembang mereka hingga dewasa nanti. Melalui pemeriksaan lanjutan ini, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan intervensi yang tepat, mulai dari pengukuran antropometri, pemeriksaan dokter spesialis anak, hingga konsultasi gizi,” ujar Alwiati. Kamis (4/9/2025)

Ia menambahkan, langkah ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia. “Kami berusaha agar tidak ada balita yang luput dari perhatian. Penanganan gizi buruk bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua dan masyarakat untuk menciptakan pola asuh dan pola makan yang sehat,” tegasnya.

Kegiatan pemeriksaan lanjutan ini direncanakan akan dilakukan secara bertahap di seluruh kelurahan di Balikpapan. Diharapkan, intervensi spesifik yang ditetapkan dari hasil pemeriksaan dapat menjadi solusi tepat untuk menekan angka kasus gizi buruk maupun gizi kurang di kota ini.

Dengan adanya program ini, Pemkot Balikpapan melalui DKK berupaya memastikan bahwa setiap balita memperoleh hak tumbuh kembang yang optimal, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (Adv/DiskominfoBpp)