Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan Kota Balikpapan kembali memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan kerja di tingkat masyarakat. Pertemuan Penguatan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) digelar pada Kamis (30/10), sebagai tindak lanjut hasil evaluasi Pos UKK bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari permohonan fasilitasi penilaian monitoring dan evaluasi Pos UKK di kabupaten/kota, yang sebelumnya disampaikan Dinkes Provinsi Kaltim. Kegiatan juga melibatkan unsur mitra strategis Kota Balikpapan, meliputi pihak kelurahan, puskesmas, dan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan layanan kesehatan kerja berbasis komunitas. Ia menjelaskan, hingga saat ini telah terbentuk 12 Pos UKK baru di 12 wilayah kerja puskesmas. “Lokasinya tersebar di berbagai sektor, khususnya pertanian, perikanan, serta UMKM dan industri kecil,” jelasnya.

Menurutnya, hasil evaluasi tahun berjalan menunjukkan adanya perkembangan signifikan dibanding tahap awal pembentukan administrasi Pos UKK. Karena itu, pada tahun ini strategi Pemkot Balikpapan mulai diarahkan menuju fase pemberdayaan, yakni pelaksanaan kegiatan nyata yang berkelanjutan di tingkat kelompok pekerja.

Alwiati menambahkan, Pos UKK bukan sekadar program struktural, melainkan sarana pelayanan promotif–preventif untuk kelompok pekerja sektor informal. Dengan adanya wadah ini, pekerja dapat mendapatkan edukasi, pemantauan faktor risiko, pembinaan keselamatan kerja, hingga akses pemeriksaan kesehatan dasar yang sebelumnya jarang tersentuh.

“Pos UKK adalah ruang bagi para pekerja untuk sadar bahaya kesehatan kerja, mengenali risiko, dan belajar melindungi diri mereka sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya peran lintas sektor dalam memperkuat keberlanjutan program. Menurut Alwiati, keberhasilan Pos UKK sangat bergantung pada dukungan kelurahan, puskesmas, perangkat teknis, serta kelompok usaha masyarakat. Karena itu, komitmen dan kolaborasi bersama menjadi kunci agar program tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar berdampak jangka panjang bagi pekerja.

Pihaknya menargetkan agar seluruh Pos UKK di Balikpapan dapat beroperasi secara mandiri, melakukan kegiatan rutin, serta membuat laporan dan evaluasi berkesinambungan. “Tujuan akhirnya jelas, yaitu pekerja yang sehat, bugar, dan produktif,” tegasnya. (Adv)