DKK Balikpapan Sosialisasikan Buku KIA dan Evaluasi Program KB-Catin
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kota Balikpapan kembali digencarkan. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melalui Tim Kerja Kesehatan Keluarga (Kesga) menggelar Sosialisasi Buku KIA Kecil serta Monitoring dan Evaluasi Program KB-Calon Pengantin (Catin) yang melibatkan seluruh pengelola program KIA dan Catin dari seluruh puskesmas se-Balikpapan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (30/10/2025) itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati. Ia menegaskan pentingnya penguatan layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai fondasi awal dalam mencegah risiko kesehatan sejak sebelum kehamilan.
“Pembinaan terhadap calon pengantin merupakan langkah awal untuk memastikan kesehatan reproduksi, kondisi gizi, hingga kesiapan psikologis sebelum memasuki masa kehamilan. Ini sangat penting untuk mencegah risiko stunting sejak tahap pra-kehamilan,” ujar Alwiati.
Sosialisasi buku KIA kecil dipandu oleh dr. Nova Ragilia Mandasari. Buku tersebut merupakan sarana pendampingan kesehatan sejak fase pra-kehamilan hingga tumbuh kembang bayi. Melalui buku ini, tenaga kesehatan dapat mencatat dan memantau perkembangan kesehatan ibu, janin, hingga status gizi bayi sejak lahir.
Program monitoring dan evaluasi KB-Catin ini bertujuan untuk:
- memastikan setiap pasangan calon pengantin mendapat edukasi kesehatan reproduksi secara komprehensif
- menguatkan layanan skrining pra-nikah di seluruh puskesmas
- mencegah kehamilan berisiko tinggi
- menekan angka kematian ibu dan bayi
- mencegah stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan
Alwiati menegaskan, pembinaan calon pengantin merupakan langkah krusial dalam upaya menekan angka stunting di Balikpapan, mengingat hasil SSGI 2023 mencatat prevalensi stunting di kota ini masih berada di angka 24,8 persen.
“Jika calon pengantin sudah dipastikan sehat sejak awal, maka peluang ibu melahirkan bayi dengan gizi baik dan tumbuh kembang optimal akan jauh lebih besar,” tambahnya.
DKK menargetkan seluruh calon pengantin wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan dan edukasi pra-nikah secara konsisten pada 2026.
Melalui pembinaan berkelanjutan, Pemkot Balikpapan berharap terwujud keluarga yang lebih sehat, siap hamil, dan siap melahirkan generasi emas 2045. “Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Itu dimulai dari kualitas kesehatan kedua orang tuanya,” tutup Alwiati. (Adv)
Tinggalkan Balasan