Hadapi Globalisasi dengan Semangat Kebangsaan: DPRD Kaltim Sosialisasikan Perda Pendidikan Pancasila di Bendang Raya Kukar
NUSSA.CO, SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, yang digelar di Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu, 8 Maret 2025.
Acara yang berlangsung di Gedung BPU Lamin Datu RT 02 itu diikuti oleh warga Desa Bendang Raya dan kelompok tani setempat. Selain memaparkan substansi Perda, kegiatan juga dirangkai dengan sosialisasi program Pola Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL), yang mendorong pemanfaatan lahan eks tambang untuk budidaya pisang dan aren.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kutai Kartanegara, Ricky Bara, yang hadir mewakili Dinas Pertanian Kukar, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ini bukan hanya soal kebangsaan, tapi juga soal kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal,” ujarnya. Jum’at, (9/5/2025).
Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Guntur, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya menghadapi tantangan sosial dan budaya yang kian kompleks.
“Kegiatan sosialisasi ini adalah langkah yang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya yang semakin kompleks di era globalisasi ini,” ucapnya.
Sebagai bagian dari tugas dan fungsi legislasi DPRD Kaltim, Guntur berharap masyarakat dapat menghayati semangat musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
“Saya sangat berharap masyarakat, khususnya di Desa Bendang Raya, dapat memahami pentingnya dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan yang mungkin timbul atau dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada,” pungkasnya.
Sosialisasi ini tidak hanya memperkuat aspek ideologis warga, tetapi juga membawa pesan konkret: membangun bangsa harus dimulai dari desa, dengan nilai Pancasila sebagai fondasinya. (ADV)
Tinggalkan Balasan