Hasanudin Mas’ud Ditunjuk sebagai Ketua Sementara
Siap Rapatkan Barisan, Penentuan AKD dan Fraksi Segera Dilaksanakan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Sebanyak 55 Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur resmi dilantik pada Senin (3/9/2024). Pelantikan ini menandai dimulainya periode baru di DPRD Kaltim, di mana Hasanudin Mas’ud legislator dari partai Golkar dan Ekti Imanuel dari Gerindra ditunjuk sebagai Ketua dan Wakil Ketua sementara DPRD Kaltim. Penunjukan ini dilakukan dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim, Nyoman Gede Wirya, di mana seluruh anggota DPRD yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan di bawah kitab suci sesuai agama masing-masing. Kegiatan pelantikan ini juga dihadiri oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menambah khidmatnya acara.
Hasanudin Mas’ud mengungkapkan rasa syukur dan optimisme setelah kembali dipercaya oleh masyarakat Kalimantan Timur untuk duduk di DPRD. Ia berharap jabatan Ketua Sementara ini segera menjadi definitif, mengingat ia telah memenuhi syarat prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).

“Saat ini saya menjabat sebagai Ketua Sementara, dan diusahakan untuk segera definitif. Karena PDLT sudah memenuhi syarat. Dalam waktu seminggu ini, kita akan mengadakan rapat anggota dewan untuk penentuan AKD, fraksi, serta pemilihan ketua dari internal Golkar,” ujar Hasanudin.
Selain pelantikan, agenda mendesak yang akan dihadapi oleh DPRD Kaltim adalah penentuan tiga nama calon yang akan diajukan sebagai Pj Gubernur Kaltim. Hal ini menjadi penting mengingat masa jabatan Pj Gubernur Akmal Malik akan berakhir pada 3 Oktober mendatang.
“Tahap pertama yang pasti kita hadapi adalah pergantian Pj Gubernur. Sesuai surat dari Kementerian Dalam Negeri, kita harus menentukan tiga nama calon pengganti paling lambat 3 September untuk diajukan ke Kemendagri,” tambahnya.
Setelah tiga nama calon diajukan, Kementerian Dalam Negeri akan memilih satu orang untuk menjabat sebagai Pj Gubernur Kaltim yang baru hingga Februari 2025, atau sampai terpilihnya gubernur definitif dalam Pilkada mendatang. Koordinasi antara DPRD dan Gubernur yang baru akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pemerintahan di Kalimantan Timur selama masa transisi ini. (*/yes)
Tinggalkan Balasan