Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD. Ketua Komisi IV, Gasali, menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan guna merumuskan strategi terpadu dalam mencegah dan menekan kasus kekerasan terhadap anak.

“Kami sangat prihatin dengan tingginya angka kekerasan ini. Bersama DP3AKB, kami berupaya mencari solusi konkret agar kasus seperti ini dapat ditekan,” ujar Gasali pada Selasa, 12 November 2024.

Gasali mengusulkan agar DP3AKB memperluas program pembinaan serta memperketat pengawasan sebagai langkah preventif. Ia menilai pendekatan proaktif dan intensif sangat dibutuhkan untuk melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan.

“Pengawasan ketat dan pembinaan intensif harus menjadi prioritas. Kami akan terus mendorong DP3AKB untuk mengambil langkah-langkah tegas demi melindungi anak-anak,” tambahnya.

Komisi IV juga menyerukan keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan organisasi sosial, untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Gasali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memberikan perlindungan menyeluruh.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kita harus bekerja sama agar kasus-kasus seperti ini tidak lagi terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka, bukan justru merugikan. “Anak-anak berhak mendapatkan kehidupan yang aman dan layak. Sosialisasi dan program preventif harus digalakkan secara berkelanjutan,” tutup Gasali.

Melalui sinergi antara DPRD, DP3AKB, dan masyarakat, Komisi IV berharap angka kekerasan terhadap anak di Balikpapan dapat ditekan, menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi penerus. (*/ADV/DPRD Balikpapan/her).