Loadingtea

Korban Selebrasi Pebalap Tabrak Penonton di Road Race Kapolres Cup Tolitoli

NUSSA.CO, TOLITOLI – Leni (50), warga Jalan DI. Panjaitan, Panasakan, Kecamatan Baolan, penonton yang ditabrak pebalap saat selebrasi finish di ajang Road Race Kapolres Cup Tolitoli 2025, Minggu (23/2/2025) lalu, kini hanya bisa pasrah di pembaringan.

Kondisi Leni semakin memprihatinkan, tak banyak gerak, sakit dan ngilu masih dirasakan. Bahkan ketika hendak buang hajat terpaksa ditunaikan di pembaringan dengan peralatan seadanya.

“Bersyukur masih ada keluarga yang membantu setiap hari, kalau mau ke belakang terpaksa di tempat tidur, tidak bisa bergerak pak,” tutur Leni.

Pasca insiden, Leni sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido Tolitoli, tapi itu hanya untuk 2 hari, lantaran harus mengeluarkan biaya sendiri Rp 2 juta, karena tidak bisa diklaim melalui layanan BPJS.

“Harusnya ada jaminan asuransi kan pak, ini tandanya panitia tidak profesional. Dimana-mana kalau ada even roadrace itu disiapkan asuransi untuk seluruh panitia, pembalap juga penonton. Nah, kalau begini kami yang siksa pak, tawaran pesanan kue terpaksa ditolak. Semua berdampak pada keluarga kami. Sementara, biaya perawatan terus membengkak, hingga kini belum ada satupun bantuan dari panitia roadrace baik dari Palu maupun Tolitoli,” curhat Tri Harjono, suami Leni.

Agar perawatan luka patah pada betis kaki kiri Leni bisa terus ditangani dengan baik, pihak keluarga akhirnya memilih pengobatan tradisional dengan biaya yang jauh lebih murah.

Keluarga Leni berharap, siapa saja yang menjadi penyelenggara, bisa lebih profesional ketika menyelenggarakan even balapan. Memperhatikan keamanan penonton, asuransi kegiatan, dan menyampaikan izin kepada warga di sekitar kegiatan.

Menyoroti kasus tabrak penonton di ajang roadrace Kapolres Tolitoli Cup 2025, Ketua LSM Bumi Bhakti, Ahmad Pombang menilai, panitia penyelenggara tidak sepenuhnya profesional.

“Balapan sekelas antardaerah harusnya sangat safety, izin tetangga harusnya ada, apalagi digelar di tengah pemukiman warga dan ruko. Demikian pula Asuransi pebalap dan penonton harus ada. Ya contoh daerah lain yang bikin even serupa, 10 penonton diasuransikan, sehingga ketika insiden cepat tertangani. Di Tolitoli kan tidak seperti itu,” sorotnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Baolan Iptu Samir menjelaskan, Polres melalui Polsek Baolan telah melakukan mediasi dan menjembatani komunikasi antara panitia, pebalap dan korban tabrakan.

“Dan hasilnya, sudah disampaikan bahwa biaya pengobatan korban itu ditanggung panitia dan manajer pebalap. Nominal iuga telah disebutkan oleh keluarga korban, dan tinggal menunggu jawaban panitia dan manajer pebalap. Kami berharap, persoalan ini selesai dengan baik,” ungkap Kapolsek via seluler.

Dikonfirmasi kembali, Tri Harjono mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah menyepakati agar panitia dan manajer pebalap bisa membantu total pembiayaan baik untuk pengobatan dan perawatan senilai Rp 10 juta.

Biaya itu dianggap tidak memberatkan, sebab kebutuhan biaya pengobatan dan perawan hingga berita ini diturunkan, telah mencapai 8 juta rupiah lebih.

“Ya harapan kami, panitia maupun pebalap bisa secepatnya membantu kami, karena perawatan terus berjalan dan membutuhkan biaya,” pintanya.

Sementara itu, upaya media ini untuk mendapatkan konfirmasi ke panitia Road Race Kapolres Cup 2025 di Palu, belum membuahkan hasil. (ham)