PTMB Pasang Jaringan Pipa Baru di Kelurahan Baru Tengah, Warga Diminta Awasi agar Tak Ada Pencurian Air
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Krisis air bersih yang selama ini menghantui warga Kelurahan Baru Tengah mulai ditangani secara lebih sistematis. PT Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memulai program pipanisasi dan penggantian water meter secara menyeluruh sebagai langkah memutus kebocoran, pencurian air, serta memastikan distribusi air yang lebih adil dan terukur bagi ratusan pelanggan.
Program tersebut disosialisasikan langsung kepada warga dalam pertemuan di Kantor Kelurahan Baru Tengah, Kamis (15/1/2026), yang dihadiri Direktur Operasional PTMB Ali Rachman, tokoh masyarakat, serta para ketua RT.
Ali Rachman menegaskan, proyek ini tidak sekadar mengganti pipa lama, tetapi melakukan reset sistem distribusi air dari nol, mulai dari jaringan pipa hingga water meter pelanggan. “Kami ganti seluruh pipa dan meterannya baru. Semua kita mulai dari nol, supaya tidak ada lagi pencurian air. Kalau ada yang nyolong, pasti kelihatan,” tegas Ali.
Ia menyebutkan, proyek ini mencakup sekitar 500 sambungan rumah (SR) dengan masa kontrak tiga bulan. Namun PTMB menargetkan percepatan agar air bersih bisa mengalir ke rumah warga sebelum Ramadan atau Lebaran 2026.
Dalam proyek ini, PTMB juga melibatkan mantan karyawan yang dinilai memahami jaringan lama untuk menjadi pengawas lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik illegal connection atau penyambungan tanpa meter, yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW).
“Pipa induk lama tidak akan kami matikan sebelum seluruh jaringan baru benar-benar tersambung dan lancar. Setelah itu baru kami tutup sistem lama,” jelas Ali.
Dari sisi pasokan, Ali memastikan debit air sebenarnya mencukupi. Aliran dari kawasan Ulu, Damai, hingga Kilometer 8 digabungkan ke wilayah Baru Tengah dengan kapasitas sekitar 3–5 liter per detik, dan akan ditopang tambahan suplai hingga 120 liter per detik dari sumber baru.
“Kalau air tidak sampai, berarti ada yang bocor atau dicuri. Itu yang sekarang kami benahi,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Haji Samsudin Muin bersama Ketua RT 01 Hj Farida Kurniawati SE menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga ketersediaan air dan pengawasan warga.
“Kalau pipanya canggih tapi airnya tidak ada, percuma. Warga di sini pasti akal-akalan lagi. Jadi yang penting itu ketersediaan airnya,” ujar Haji Samsudin.
Ia juga berharap program ini menghapus stigma “zona hitam” atau “zona merah” yang selama ini melekat pada Kampung Baru akibat persoalan pencurian air.
“Itu perbuatan segelintir orang, bukan semua warga. Kami ingin daerah ini diperlakukan adil dan airnya lancar,” katanya.
Warga berharap pipanisasi ini benar-benar menyentuh hingga ke gang-gang sempit dan rumah-rumah di bagian dalam permukiman, sehingga masalah air bersih yang selama ini menjadi “penyakit lama” Kota Balikpapan dapat teratasi secara berkelanjutan. (day)
Tinggalkan Balasan