Rahmad Mas’ud Lantik Pengurus DMDI se-Kaltim, Alwi Pimpin DMDI Balikpapan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalimantan Timur, Rahmad Mas’ud, secara resmi melantik pengurus DMDI se-Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur, termasuk pengurus DMDI Kota Balikpapan, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Gedung BSCC Dome, Balikpapan. Dalam pelantikan tersebut, Alwi Alqadrie didaulat menjadi Ketua DMDI Balikpapan.
Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menekankan pentingnya peran DMDI dalam menjaga dan melestarikan budaya Melayu di Kalimantan Timur, khususnya di tengah era globalisasi yang semakin menantang. “DMDI memiliki peran penting dalam menjaga akar budaya kita, terutama budaya Melayu yang kaya dengan nilai-nilai kesantunan, kebersamaan, dan toleransi. Melalui pelantikan ini, saya berharap para pengurus yang baru dilantik dapat mengemban tugas ini dengan baik dan terus memajukan organisasi DMDI di wilayahnya masing-masing,” ujar Rahmad.
Dalam kesempatan tersebut, Alwi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan berkomitmen untuk membawa organisasi ini menuju kemajuan. Menurutnya, DMDI harus menjadi wadah yang lebih kuat dalam melestarikan budaya Melayu serta mempersatukan masyarakat Melayu di Balikpapan dan sekitarnya.
“Saya berterima kasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya. Tugas ini bukan hal yang mudah, namun saya yakin dengan dukungan dari seluruh pengurus dan masyarakat, kita bisa membawa DMDI Balikpapan menjadi lebih maju. Salah satu fokus kami adalah melibatkan generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya Melayu, agar tidak tergerus oleh arus globalisasi,” ungkap Alwi Alqadrie.
Alwi juga menjelaskan sejumlah langkah yang akan diambil untuk memajukan organisasi DMDI di Balikpapan. Salah satu program utamanya adalah memperbanyak kegiatan budaya yang melibatkan komunitas lokal serta mendekatkan DMDI dengan generasi muda melalui pendidikan budaya.
“Kami berencana untuk menggelar lebih banyak kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat lokal, baik itu dalam bentuk festival, lokakarya, maupun pelatihan. Selain itu, saya berharap DMDI bisa menjadi jembatan yang kuat antara generasi muda dan budaya Melayu, dengan memperkenalkan mereka pada kekayaan budaya kita melalui program-program edukatif,” jelas Alwi.
Ia juga menekankan bahwa DMDI Balikpapan akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, untuk memastikan organisasi ini dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan budaya di Balikpapan.
“Ke depan, kami berharap DMDI Balikpapan bisa menjadi organisasi yang lebih dinamis dan inovatif, yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa melupakan akar budaya Melayu. Saya optimis, dengan kerjasama yang baik, kita dapat menjaga budaya ini tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat,” tutup Alwi.
Sementara itu, Rahmad Mas’ud juga menyampaikan harapan besarnya terhadap peran DMDI se-Kaltim dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman budaya di Indonesia. Menurutnya, DMDI harus menjadi penggerak utama dalam pelestarian budaya Melayu di Kalimantan Timur, serta menjadi contoh bagi generasi muda dalam menjaga warisan budaya.
“DMDI memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi penggerak budaya di Kalimantan Timur. Saya yakin, dengan semangat yang ditunjukkan oleh para pengurus yang baru dilantik, DMDI akan mampu menghadapi tantangan globalisasi dan tetap menjaga identitas budaya kita,” ujar Rahmad Mas’ud.
Dengan pelantikan ini, pengurus DMDI di seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur diharapkan dapat semakin memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu serta mempersatukan masyarakat melalui berbagai kegiatan budaya yang edukatif dan kreatif. (*/yes)
Tinggalkan Balasan